Kemenko Perekonomian Peringatkan Risiko Ketidakpastian Global Masih Berlanjut di 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian mengungkap risiko ketidakpastian global berlanjut pada 2024. Bahkan ketidakpastian ini masih bisa terjadi dalam jangka waktu yang lama.
Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menjelaskan ketidakpastian global berdampak dalam jangka waktu lama karena tensi geopolitik yang terjadi telah menjalar ke mana-mana. Hal itu juga bisa berdampak pada terjadinya perlambatan ekonomi.
"Terkait dengan tensi geopolitik yang kemarin sudah menjalar ke mana-mana. Bukan hanya di Gaza, kemudian Yaman, terkait juga dengan Iran dan Pakistan. Ini masih akan panjang dan berefek ke perlambatan ekonomi global," ucapnya dalam Investortrust Economy Outlook 2024 yang digelar di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2024).
Baca Juga
Kadin Proyeksikan Sektor Manufaktur hingga Ritel Jadi Penggerak Ekonomi RI 2024
Efeknya, Susiwijono mengatakan terjadi volatilitas harga dan disrupsi pasokan komoditas. Selanjutnya adanya pelemahan ekonomi Cina dan mitra dagang Indonesia.
Beberapa di antaranya, Amerika Serikat (AS) yang diprediksi masih mengalami inflasi di atas target. Suku bunga tinggi di diprediksi masih bertahan dalam waktu lama atau higher for longer.
Kemudian, Cina mengalami rebound ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi pascapandemi Covid-19. Pelemahan ini pun bersifat menengah sampai panjang karena bersifat struktural.
"Yaitu krisis sektor properti, penuaan angkatan kerja hingga pengangguran usia muda yang tinggi," tuturnya sesuai data yang dipaparkan.
Sementara Eropa diprediksi mengalami aktivitas perekonomian yang masih lemah. Lalu defisit fiskal meningkat hingga inflasi yang masih tinggi.
Meski demikian, Susiwijono yakin fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga di tengah ketidakpastian itu. Alasan yang pertama karena inflasi yang masih terkendali di angka 2,61% dan di bawah rata-rata negara maju serta negara berkembang.
Baca Juga
Surplus Neraca Perdagangan Surut di 2023, Kemenko Perekonomian Ungkap Penyebab
Kemudian rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) 2019-2024 yang berada di angka 39%. Angka itu masih jauh di bawah rata-rata negara maju dan negara berkembang lainnya.
"Kemudian terkait probabilitas resesi kita di angka 5%. Dengan kata lain kita masih jauh dari probabilitas resesi," ucapnya.

