Program Kartu Prakerja bakal Berlanjut? Begini Tanggapan Kemenko Perekonomian
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Kementerian Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan program Prakerja diserahkan kepada pemerintahan baru.
“Mestinya sangat positif untuk keberlanjutan. Kita berharap program ini tetap dilanjutkan, namun demikian keputusan akhir tetap ada di pemerintahan baru,” kata Susi, sapaannya, di kantornya, Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Baca Juga
Menko Airlangga Berbagi Pengalaman Menggerakkan Ekonomi Digital dengan Kartu Prakerja
Dalam kurun waktu hampir lima tahun sejak diluncurkan, dia mengatakan, jumlah peserta Program Prakerja menunjukkan angka yang fantastis, yakni mencapai 18,9 Juta orang hingga 2024. “Data terakhir jumlah peserta prakerja sampai dengan tahun ini 18,9 juta tersebar di 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia,” ujar Susi.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, realisasi penyerapan anggaran untuk programnya tersebut hampir terserap seluruhnya. “Pokoknya hampir terserap semua, besok boleh dilanjutkan,” ujar Denni.
Berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2024, Program Prakerja mendapat anggaran sebesar Rp 5 triliun. Sebanyak 99% anggaran tersebut bakal disalurkan untuk program beasiswa dan 1% untuk operasional.
Baca Juga
Airlangga Sebut Program Prakerja Berlanjut di Pemerintahan Prabowo-Gibran
Denni menyebut berdasarkan aturan nilai manfaat untuk tiap peserta beasiswa mencapai Rp 3,5 juta. Nilai manfaat ini ditambah dengan insentif Rp 600 ribu dan insentif survei sebesar Rp 50 ribu untuk dua kali survei. “Di awal DIPA, target kita adalah 1,2 juta orang, namun seiring berjalan waktu ada peserta Prakerja yang tidak memanfaatkan beasiswa 100%,” kata dia.
Dengan peraturan yang berlaku, peserta Prakerja yang tidak memanfaatkan uang tersebut setalah 15 hari pasca pelatihan, dana tersebut bakal ditarik dan direalokasi ke peserta lain. Dengan realokasi tersebut, peserta program Prakerja mengalami peningkatan hingga 1,41 juta orang.
“Itu karena tadi optimalisasi, sehingga kita bisa melayani atau memberikan kesempatan lebih banyak buat semua orang,” ujar dia.

