Program Kartu Prakerja Serap 17,5 Juta Penerima
JAKARTA, Investortrust.id - Sejak diluncurkan pada April 2020 hingga Desember 2023, Program Kartu Prakerja telah menyerap 17,5 juta orang penerima dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Menurut Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Purbasari, pihaknya telah bekerja sama dengan 13 lembaga riset independen untuk memaksimalkan evaluasi.
Ia menyebut terdapat dampak positif dari pelaksanaan Kartu Prakerja kepada angkatan kerja itu sendiri. Beberapa di antara penerima Kartu Prakerja ada yang kemudian bekerja di perusahaan tertentu, berwirausaha, meningkat pendapatannya, hingga memperoleh pengetahuan inklusi keuangan dan keterampilan digital.
Baca Juga
Menko Airlangga Pastikan Kartu Prakerja Tetap Berlanjut Tahun Depan
"Dari statistik 40% dari peserta prakerja sudah bekerja. Dari yang menganggur itu ketika disurvey, kita tidak tracking 3-4 tahun tapi dalam waktu 1 tahun sebanyak 30% sudah bekerja, dari yang sudah bekerja 50% jadi wirausahwan, 50% jadi karyawan, buruh, maupun pegawai," ungkap Denni di Kempinski Jakarta, Selasa (23/01/2024).
Berdasar keterangan yang diterima, dari 17,5 juta orang penerima manfaat Kartu Prakerja tersebut 51% di antaranya adalah perempuan. Sedangkan 12% di antaranya berusia 50 tahun ke atas.
Kemudian sebanyak 64% penerima manfaat Kartu Prakerja merupakan angkatan kerja yang tinggal di pedesaan. Bahkan 2% dari total penerima manfaat Kartu Prakerja tinggal di kabupaten tertinggal.
Selain itu Program Kartu Prakerja juga menyasar kelompok rentan seperti penyandang disabilitas. Sebanyak 3% penerima manfaat Kartu Prakerja merupakan penyandang disabilitas.
Hingga Desember 2023 Program Kartu Prakerja sendiri telah menghadirlan lebih dari 1.200 pelatihan yang difasilitasi oleh lebih dari 240 lembaga pelatihan.

