Inflasi Tahunan Maret Naik Tembus 3,05%, Tertinggi sejak September 2023
JAKARTA, investortrust.id – Inflasi tahunan (year on year) Maret 2024 mencapai 3,05%. Angka ini naik dibanding inflasi pada Februari 2024 yoy sebesar 2,75% dan merupakan yang tertinggi sejak September 2023. Lonjakan harga beras dan daging ayam tercatat memberikan andil inflasi tertinggi.
"Pada Maret 2024 terjadi inflasi yoy) sebesar 3,05%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,13. Inflasi provinsi yoy tertinggi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 4,78% dengan IHK sebesar 106,61, dan terendah terjadi di Provinsi Papua Barat Daya sebesar 1,42% dengan IHK sebesar 103,82,” kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di kantor BPS, Jakarta, Senin (1/4/2024).
Sedangkan inflasi kabupaten/kota yoy tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 6,29%, dengan IHK sebesar 107,82. Inflasi terendah terjadi di Kabupaten Belitung Timur sebesar 0,88%, dengan IHK sebesar 103,81.
Amalia menjelaskan lebih lanjut, inflasi yoy terjadi karena kenaikan harga sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Ini mencakup kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,36%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,90%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,57%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,13%; kelompok kesehatan sebesar 1,95%; kelompok transportasi sebesar 1,40%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,68%; kelompok pendidikan sebesar 1,55%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,38%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,09%. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13%.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy pada Maret 2024, antara lain, beras, tomat, bawang putih, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, gula pasir, kopi bubuk, sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM), kontrak rumah, sewa rumah, upah asisten rumah tangga, tarif angkutan udara, mobil, uang kuliah akademi/PT, nasi dengan lauk, kue kering berminyak, dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi yoy, antara lain, ikan segar, bawang merah, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, sabun cair/cuci piring, bensin, dan telepon seluler.
“Sedangkan inflasi month to month pada Februari sebesar 0,52%, dengan penyumbang utama inflasi Maret 2024 secara mtm terutama dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil inflasi 0,41%. Untuk tingkat inflasi year to date (ytd) Maret 2024 sebesar 0,93%," kata Amalia.
Sementara itu, tingkat inflasi yoy komponen inti Maret 2024 sebesar 1,77%, inflasi mtm sebesar 0,23%, dan inflasi ytd sebesar 0,57%.
Baca Juga
Inflasi Bulanan Maret Naik
BPS mencatat, inflasi pada Maret 2024 yang sebesar 0,52% secara bulanan (mom) itu juga meningkat dibanding Februari 2024 sebesar 0,37%. "Terjadi kenaikan IHK dari 105,58 pada Februari 2024 menjadi 106,13 pada Maret 2024,” kata Amalia.
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan yang terbesar berasal makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini memberikan laju inflasi sebesar 1,42%. Adapun andil kelompok ini terhadap inflasi secara umum yaitu sebesar 0,41%.
“Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah telur ayam ras, dengan andil inflasi sebesar 0,09%, daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,09%, beras dengan andil inflasi sebesar 0,09%, cabai rawit dengan andil inflasi sebesar sebesar 0,02%, serta bawang dengan andil inflasi sebesar 0,02%” kata dia.
Baca Juga
Pantau Pasar Tambun, Mendag: Harga Beras Turun, Telur Masih Rp 32.000 per Kg
Pada kelompok tersebut, lanjut Amalia, terdapat pula komoditas yang memberikan deflasi di antaranya adalah cabai merah dan tomat. Masing-masing memberikan andil deflasi 0,02%.
"Kelompok kedua yang memberikan sumbangan inflasi yaitu perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini tercatat memberi laju inflasi sebesar 0,70% dan memberi andil inflasi sebesar 0,04%," paparnya.
Berdasarkan wilayah, sebanyak 34 provinsi mengalami inflasi bulanan dan empat provinsi mengalami deflasi. Provinsi yang mengalami inflasi tertinggi secara bulanan yaitu Sulawesi Utara.
“Inflasi tertinggi sebesar 1,07% terjadi di Provinsi Sulawesi Utara. Sedangkan deflasi terdalam terjadi di Provinsi Maluku sebesar 0,46%,” kata dia.
Amalia mengatakan pula, pada momen Ramadan ini, komoditas pangan yang mampu meredam inflasi Maret 2024 ini antara lain, cabai merah, tomat, dan tarif angkutan udara.

