Inflasi Tahunan Beras Tembus Dua Digit, Pemerintah Yakin Turun di Maret 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso yakin inflasi beras mengalami penurunan pada Maret 2024. Ini terdorong dari penurunan harga beras yang diproyeksikan mulai terjadi pada bulan ini.
“Dari penjelasan Pak Arif (Kepala Bapanas) disampaikan bulan ini, masuk Maret akan ada tren penurunan harga. Harga internasional pun mulai turun,” kata Susi, sapaan Susiwijono, ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (1/3/2024).
Susi yakin pasokan dari sisi domestik dan impor akan menurunkan harga beras. Sehingga, harga beras bisa terkendali.
“Sehingga inflasi untuk pangan di bulan depan ini malan akan lebih baik mungkin terkendali,” kata dia.
Baca Juga
BPS Proyeksi Luas Panen Padi 2024 Alami Penurunan, Pemerintah Masih Optimis
Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik (BPS) harga beras di 37 provinsi mengalami kenaikan. Ini membuat komoditas beras mengalami inflasi sebesar 5,32% pada Februari 2024. Inflasi beras menyumbang 0,21% inflasi secara bulanan atau 0,67% secara tahunan.
Berdasarkan catatan Tim Statistik Harga Konsumen BPS, Firmansyah Rifai, inflasi harga beras pada bulan Februari 2023 tercatat 18,41% secara tahunan.
“Merupakan tertinggi sejak Desember 2023, di mana pada November 2023 inflasi beras tahunan lebih tinggi yaitu sebesar 19,20%” ujar Firman.
Selain beras, kenaikan harga beberapa komoditas mengakibatkan inflasi di tiap level perdagangan. Cabai merah misalnya, mengalami inflasi tajam ke atas pada level grosir sebesar 16,01% dan pada level eceran sebesar 17,78%.
“Cabai merah menyumbang andil sebesar 0,09% (inflasi)” tulis BPS.

