BRI-MI Sebut Suku Bunga Akan Turun 2024, Terjadi Disinflasi?
JAKARTA, investortrust.id – PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) menyebut sejumlah negara berpotensi mengalami disinflasi tahun 2024 ini.
Negara dimaksud diantaranya, Amerika Serikat (AS), Afrika Selatan, Jerman, India, Brazil, China dan Indonesia.
Chief Investment Officer BRI-MI, Herman Tjahjadi mengungkapkan, disinflasi bisa terjadi di Indonesia apabila seluruh bank sentral dunia sepakat menurunkan suku bunga.
“Pada tahun 2024, pasar masih berpikir untuk menurunkan suku bunga 3-6 kali, nah tinggal menunggu perdebatan mengenai penurunan suku bunga di masing-masing bank sentral di negara-negara lain,” kata Herman dalam Diskusi Panel Investortrust Economic Outlook 2024, Jakarta, Kamis (25/1/2024).
Baca Juga
Pemerintah Dorong 2 Insentif untuk Atasi Kemelut Pajak Hiburan
Dia menambahkan, China sudah lebih dulu menurunkan suku bunga dan mungkin akan diikuti oleh negara lain, seperti Indonesia.
Diketahui saat ini, Bank Sentral China (PBOC) telah menahan suku bunga pinjaman primer satu tahun (LPR) di 2,5% dan menyuntikkan CN¥216 miliar atau sekitar Rp 472 triliun ke sistem keuangan, dengan suku bunga China saat ini adalah 3,45%.
“Walaupun sudah ada beberapa negara yang menurunkan suku bunga terlebih dahulu, seperti Tiongkok/China. Kami merasa Indonesia juga akan menunggu dan akan menurunkan suku bunga mengikuti negara-negara lainnya,” ungkap Herman.
Baca Juga
Ekonomi Indonesia Diyakini Masih Tumbuh di Atas 5,2% di Tahun Ini
Sebelumnya, International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan inflasi China, dengan menghilangkan harga pangan dan energi yang sedang bergejolak, akan naik 2,1% di akhir 2024.
Lalu, Bank Dunia (World Bank) memperkirakan inflasi Indonesia di 2024 akan menurun sampai 3,2% dari periode sebelumnya yaitu rata-rata 3,7%. Namun, hal ini masih dalam rentang target Bank Indonesia.

