Suku Bunga INDONIA Turun, BI: Bukan Sinyal Penurunan Sukun Bunga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sejak berlaku pada 2 Januari 2026, suku bunga Indonesia Overnight Index Average atau INDONIA bergerak turun. Di akhir 31 Desember 2025 suku bunga INDONIA tercatat di posisi 4,12578%, namun pada hari ini Rabu (6/1/2026) posisinya sudah mencapai 3,84926%.
Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia (BI) Arief Rachman mengatakan suku bunga INDONIA terbentuk dari transaksi aktual. Dengan begitu, pergerakannya sangat dipengaruhi kondisi di pasar uang.
Arief menjelaskan pergerakan suku bunga INDONIA tak mencerminkan keputusan BI terhadap suku bunga ke depan.
Baca Juga
“INDONIA tidak mencerminkan apakah kemudian nanti suku bunganya turun atau naik. Itu semata-mata harga yang ada di pasar,” kata Arief, di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Menurut Arief, suku bunga INDONIA turun karena salah satunya dipengaruhi likuiditas di pasar yang ample. “Kalau banyak kan, harganya turun,” jelas dia.
Selain faktor likuiditas, Arief mengatakan ekspektasi pelaku pasar juga berperan dalam membentuk harga INDONIA.
Di tengah pergerakan suku bunga INDONIA, BI melihat pasar meningkatkan awareness. Ini terlihat dari penurunan outstanding eksposur Jakarta Interbank Offered Rate atau JIBOR. Hingga kuartal I-2025, outstanding JIBOR tercatat sebesar Rp 548,72 triliun, angka ini turun menjadi Rp 480,19 triliun pada kuartal III-2025.
Penurunan ini menandakan pelaku pasar telah menyesuaikan portofolio dan kontrak keuangan sebagai implementasi penuh INDONIA pada 2026.

