Instansi Pemerintah Kejar Serapan Anggaran, Pertumbuhan Uang beredar akan Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) merilis likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2023 tumbuh 3,4% year on year (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 6,0% (yoy). Menjelang akhir tahun ini, pertumbuhan jumlah uang beredar akan meningkat lagi.
"Pertumbuhan tersebut terjadi karena setiap instansi pemerintah mengejar target serapan anggaran. (Faktor) kedua karena rumah tangga juga sibuk belanja akhir tahun. Ketiga, gejolak musiman seperti di akhir tahun ada Natal dan Tahun Baru," kata pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti kepada investortrust, Senin (27/11/2023).
Baca Juga
Selain itu, ia menyebut, faktor pemilu menjadi salah satu alasan pertumbuhan uang beredar. Pasalnya, berbagai pihak terkait banyak berbelanja untuk keperluan kampanye dan gathering voter lebih banyak.
Sementara itu, BI mencatat posisi M2 pada Oktober 2023 sebesar Rp 8.505,4 triliun atau tumbuh 3,4% (yoy). Perkembangan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan uang kuasi sebesar 7,8% (yoy).
Baca Juga
Jelang Akhir Tahun, Pemerintah Harus Jaga Supply Agar Harga Barang Tak Melonjak
(CR-1)

