Indonesia Cetak Surplus Perdagangan Terbesar dari AS
JAKARTA, investortrust.id - Berdasarkan laporan neraca perdagangan Indonesia Februari 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Amerika Serikat menyumbang surplus neraca perdagangan terbesar bagi Indonesia mencapai US$ 1,44 miliar. Berikutnya adalah India sebesar US$ 1,15 miliar serta Filipina senilai US$ 0,63 miliar.
"Surplus terbesar perdagangan kita adalah dengan Amerika Serikat. Ini terutama disumbang oleh kelompok komoditas mesin dan perlengkapan elektrik, lalu pakaian dan aksesoris yang bukan rajutan, serta alas kaki," ucap Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di Kantor BPS, Jumat (15/3/2024).
Sementara secara kumulatif pada Januari hingga Februari 2024 surplus neraca perdagangan barang Indonesia mencapai US$ 2,87 miliar. Ini menurun US$ 6,42 miliar secara year-on-year.
Defisit Terdalam Cina
Di sisi lain, Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan dengan beberapa negara dunia. Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan terdalam dengan Cina yang mencapai US$ 1,86 miliar. Kemudian, defisit perdagangan dari Thailand sebesar US$ 0,55 miliar serta Singapura US$ 0,32 miliar.
"Defisit terdalam yang dialami dengan Cina itu tercatat pada kelompok mesin dan peralatan mekanis, mesin dan perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang dari plastik," ujar Amalia.
"Defisit terdalam yang dialami dengan Cina itu tercatat pada kelompok mesin dan peralatan mekanis, mesin dan perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang dari plastik," ujar Amalia.

