Neraca Perdagangan Januari 2024 Surplus , Berikut Daftar Komoditas Penyumbang Terbesar
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia pada Januari 2024 surplus US$ 2,02 miliar. Nilai ini ditopang sektor nonmigas sebesar US$ 3,32 miliar, dibandingkan sektor migas defisit senilai US$ 1,30 miliar.
Neraca perdagangan nonmigas berasal dari negara, yaitu India dengan surplus sebesar US$ 1,38 miliar, AS sebesar US$ 1,12 miliar, dan Filipina sebesar US$ 0,63 miliar.
Baca Juga
Neraca Perdagangan RI Catatkan Surplus dalam 45 Bulan Beruntun
“Surplus terbesar terjadi pada perdagangan Indonesia ke India didorong oleh komoditas bahan bakar mineral, lemak dan hewan nabati, dan gas, bijih kerak, dan abu logam,” ujar dia.
Komoditas lain seperti mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, pakaian dan aksesorisnya (bukan rajutan), pakaian dan aksesoris (rajutan) menjadi komoditas andalan dengan tujuan negara AS. Adapun komoditas andalan untuk tujuan Filipina yaitu kendaraan dan bagiannya, bahan bakar mineral, serta lemak dan minyak/nabati.
Sementara itu, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan terdalam dengan beberapa negara, di antaranya, China, Australia, dan Thailand. “Tiongkok defisit sebesar US$ 1,38 miliar, Australia yang mencatat defisit sebesar US$ 0,43 miliar, dan Thailand (defisit) US$ 0,42 miliar,” kata dia.
Baca Juga
Saham BBNI Catat Rekor ATH, Terbuka Potensi Tembus Target Price Rp 6.600
Defisit dengan China dipengaruhi impor mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, dan plastik dan barang dari plastik. Adapun defisit dari Australia diakibatkan masuknya bahan bakar mineral, logam mulia dan perhiasan/permata, dan bijih logam, terak, dan abu.
Sementara itu defisit dari Thailand akibat masuknya serelia, gula dan kembang gula, serta plastik dan barang dari plastik.

