Indonesia Cetak Surplus Perdagangan Terbesar dengan India
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia mencatatkan surplus perdagangan terbesar dengan India pada April 2024. Ekspor Indonesia ke India tercatat sebesar US$ 1,46 miliar.
“Amerika Serikat (AS) dengan surplus US$ 1,09 miliar dan dengan Filipina sebesar US$ 0,7 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, di kantornya, Rabu (15/5/2024).
Pudji mengatakan surplus terbesar dengan India didorong kinerja komoditas di antaranya bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, dan logam mulia dan perhiasan atau permata.
Sementara itu, surplus perdagangan Indonesia dengan AS mengalami penurunan dibandingkan perdagangan pada Maret 2024 sebesar US$ 1,5 miliar. Kondisi serupa juga dialami dengan surplus perdagangan dengan Filipina yang tercatat lebih rendah dibandingkan Maret 2024 yang sebesar US$ 0,89 miliar.
Pudji mengatakan Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan tiga negara. Defisit terdalam Indonesia pada kinerja perdagangan April 2024 terjadi dengan Australia.
Baca Juga
Neraca Perdagangan Surplus 48 Bulan Beruntun, Capai US$ 3,56 Miliar April
“Indonesia juga mengalami defisit dengan tiga negara terdalam, di antaranya Australia dengan defisit US$ 0,44 miliar, dengan Brazil dengan defisit US$ 0,39 miliar, dan Thailand dengan defisit US$ 0,16 miliar,” kata dia.
Pudji mengatakan defisit terdalam yang dialami Australia didorong komoditas bahan bakar mineral bijih logam terak dan abu, dan serelia.
Bagaimana dengan China?
Pudji mengatakan China masih menjadi negara penyumbang impor komoditas nonmigas terbesar Indonesia pada April 2024 dengan besaran 33,06%. Meski mengalami penurunan impor nonmigas dari China tercatat mencapai US$ 4,33 miliar.
Sementara itu, ekspor Indonesia ke China tercatat US$ 4,28 miliar. Ekspor ke China masih menjadi yang terbesar bagi Indonesia dengan porsi 23,43%.
“Pada April 2024 Tiongkok masih menjadi negara utama asal impor non migas Indonesia dengan kontribusi 33,06% terhadap total impor non migas Indonesia atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 31,25%,” kata Pudji.
Meski tidak termasuk dalam tiga besar neraca perdagangan defisit Indonesia pada April 2024, China membuat neraca perdagangan nonmigas Indonesia masih mengalami defisit terdalam selama periode Januari-April 2024. Selama periode ini, Indonesia mengalami defisit US$ 3,14 miliar selama berdagang dengan China.
Pudji mengatakan komoditas yang diimpor Indonesia dari China di antaranya, mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya sebesar US$ 1,05 miliar, mesin atau peralatan mekanik dan bagiannya sebesar US$ 0,96 miliar, plastik dan barang dari plastik sebesar US$ 0,24 miliar, besi dan baja yaitu sebesar US$ 0,18 miliar.
“Dan kelima yaitu kendaraan dan bagiannya sebesar US$ 0,16 miliar,” ujar dia.

