NPI akan Surplus 2024
JAKARTA, investortrust.id - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Maret 2024 memaparkan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mendukung ketahanan eksternal. NPI akan surplus tahun ini.
“Prospek neraca transaksi berjalan triwulan I 2024 sedikit menurun, dipengaruhi oleh menipisnya surplus neraca perdagangan barang. Pada Februari 2024, neraca perdagangan mencatatkan surplus sebesar 0,9 miliar dolar AS, menurun dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar 2,0 miliar dolar AS,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (20/3/2024).
Baca Juga
Sementara itu, aliran masuk modal asing, khususnya investasi portofolio, terus berlanjut sehingga secara kumulatif sejak awal tahun hingga 18 Maret 2024 masih mencatat net inflows sebesar 1,4 miliar dolar AS, meskipun sempat terjadi outflows pada bulan Maret 2024, dipicu masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Cadangan Devisa Tinggi
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2024 tetap tinggi sebesar 144,0 miliar dolar AS. Ini setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"Jadi, secara keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan tetap baik dan mencatatkan surplus dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan melanjutkan surplus, didukung oleh aliran masuk modal asing yang dipengaruhi persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik," ucapnya.
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 akan Meningkat hingga 5,5%

