Soroti Pasokan Mineral Kritis Indonesia, Sekjen PBB: Bangun Industri Lokal dan Lapangan Kerja yang Layak
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres menyebut Indonesia menjadi salah satu penghasil mineral kritis yang dibutuhkan untuk mendorong revolusi energi terbarukan global. Untuk itu, dia ingin memastikan Indonesia dan negara berkembang lain dapat mempertahankan porsi nilai ekonomi dari komoditas itu.
“Ini harus dilakukan sembari membangun industri lokal dan menciptakan lapangan kerja yang layak,” kata Antonio, saat di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, dikutip Selasa (20/10/2026).
Selain itu, Antonio ingin komoditas mineral kritis yang dimiliki beberapa negara tak menjadi tujuan ekspoitasi. “Tidak boleh ada lagi penjarahan. Tidak boleh ada lagi eksploitasi,” kata dia.
Antonio mengatakan perubahan iklim dunia kian cepat. Negara-negara rentan harus menanggung dampak terberatnya.
Dia memperkirakan dunia melampaui ambang batas pemanasan global sebesar 1,5 derajat Celcius pada beberapa tahun mendatan. Di titik inilah, Indonesia memiliki peran penting.
Baca Juga
Pesan ke PBB: Indonesia ingin Perkokoh Pilar Multilateralisme
“Kita memahami percepatan pengembangan energi bersih dapat mendorong industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan energi, dan meningkatkan daya saing. Ini sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kapasitas tenaga surya sebesar 100 gigawatt dan mewujudkan kemandirian energi untuk mempercepat transisi energi,” jelas dia.
Menurut Antonio, PBB dan Asean melalui Global Green Accelerator mengembangkan dan memperluas infrastruktur hijau. Ini untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat.
Meski begitu, dukungan negara-negara maju sangat dibutuhkan. Dia menyebut negara-negara maju harus memenuhi janji menyediakan US$ 300 miliar per tahun untuk mendukung transisi negara-negara berkembang dan melipatgandakan pembiayaan adaptasi perubahan iklim.
“Penyediaan sumber daya yang jauh lebih besar untuk mengatasi kerugian dan kerusakan juga sangat penting, demikian pula memastikan tersedianya sistem peringatan dini bagi setiap orang,” kata dia.
