Pemerintah Siap Replikasi Pertumbuhan Ekonomi 99 Daerah Demi Target 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Drajad Hari Wibowo menjelaskan bahwa pemerintah ingin mereplikasi pertumbuhan ekonomi yang terjadi di 99 kabupaten/kota, setelah merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa 99 kabupaten/kota tersebut mampu mencetak pertumbuhan ekonomi lebih dari 6% selama semester I-2026.
“Banyak yang sudah tumbuh di atas 6%. Jadi, insyaallah kalau ini bisa kita replikasi, target pertumbuhan ekonomi 2027 (sebesar) 6% targetnya, itu insyaallah amat sangat bisa dicapai,” kata Drajad, saat berkunjung ke kantor pusat Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Senin (12/10/2026).
Untuk memacu ini, Drajad mengatakan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L) tentang aktivitas dari perusahaan-perusahaan negara di daerah.
“Itu datanya perlu kita kumpulkan, nah itu kita akan melakukan koordinasi,” ucap dia.
Upaya memacu pertumbuhan ekonomi juga akan dilakukan dengan menggenjot kinerja ekspor. Langkah mendorong kinerja ekspor harus dilakukan antarpemangku kepentingan.
“Jadi rencananya, saya dan Kepala BPS, akan keluyuran ke K/L terkait untuk kita sharing data, kemudian untuk kita bagaimana bisa memperbaiki pencatatan data supaya semuanya bisa tertangkap oleh BPS,” papar dia.
Berdasarkan data yang disajikan BPS, terdapat daerah-daerah yang mampu mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi, meski tak berbasis industri ekstraktif.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widayasanti mengatakan pada semester I-2026 tercatat ada 99 kabupaten/kota di Indonesia yang tumbuhnya sudah di atas 6%. Beberapa di antaranya yaitu Kendal dan Batang. Dua wilayah tersebut ditopang industri manufaktur.
“Bahkan ada Gorontalo dan juga yang bisa tumbuh di atas rata-rata ekonomi nasional,” kata Amalia.
Baca Juga
Sebelumnya diberitakan, saat menjadi pembicara di Mata Lokal Fest, Amalia menyontohkan adanya dua kabupaten yang mampu mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6%.
Salah satunya, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pada semester I-2026, pertumbuhan Ngawi mencapai 8,14% secara tahunan.
"Karena ternyata ekonomi Ngawi saat ini ditopang oleh inovasi pertanian yang sedang berkembang," ujar dia.
Inovasi tersebut berupa perluasan penerapan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan 2.0 oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi. Inovasi dilakukan di sekitar 35 ribu hektare lahan. Komoditas yang dihasilkan dari pertanian cerdas ini adalah melon kualitas premium.
"Kemudian mereka juga melakukan transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi smart farming termasuk penggunaan drone yang digerakkan oleh komunitas petani muda," ujar dia.
Selain Ngawi, pengembangan teknologi juga muncul di Kabupaten Sindenreng Rappang atau Siddrap. Pertumbuhan ekonomi di wilayah provinsi Sulawesi Selatan tersebut mencapai 6,85% secara tahunan.
"Apa yang dilakukan oleh pemerintahnya?Perekonomian kabupaten Sidrap mendorong produktivitas tanaman pangan dan juga peternakan serta kemudian melakukan optimalisasi perkebunan porang yang tidak hanya berhenti pada perkebunan tapi dia kemudian mengundang investor untuk melakukan produksi beras porang," ujar dia.
Pertumbuhan ekonomi semester I-2026 mencapai 5,45%. Salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada periode ini yaitu Maluku Utara.
