Soroti Ketahanan Pangan, Zulhas Minta Petani dan Nelayan Jadi Perhatian Pemerintah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyoroti persoalan ketahanan pangan Indonesia dalam sambutannya di HUT PAN ke-28. Ia meminta perhatian lebih terhadap petani dan nelayan sebagai kelompok yang menopang kebutuhan pangan nasional.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Zulhas menyebut keberpihakan terhadap petani menjadi salah satu kesamaan nilai perjuangan PAN dan pemerintah. Ia menyinggung dukungan terhadap pupuk hingga pembangunan irigasi.
“Di sini juga hadir perwakilan para petani Indonesia. Bisa berdiri? Ini petani yang Bapak bela, yang Bapak perjuangkan, baik pupuknya, irigasi, dan lain-lain,” ujar Zulhas di JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Zulhas kemudian menyoroti kondisi nelayan Indonesia. Menurut dia, sektor perikanan memiliki posisi penting karena sekitar dua pertiga wilayah Indonesia merupakan laut.
Namun, Menteri Koordinator Pangan itu menyebut kondisi ekonomi nelayan masih lemah. Zulhas membandingkan nilai tukar nelayan yang disebut berada di angka 103 dengan nilai tukar petani padi yang mencapai 129.
“Namun nelayan kita berada di desil 1 sampai desil 4, Pak. Nilai tukar petani padi 129. Dari 100 bisa untung 29% petani padi. Tapi nelayan, Bapak, 103,” kata Zulhas.
Baca Juga
Hadiri HUT Ke-28 PAN, Prabowo: Kawan Seperjuangan yang Setia
Menurut politisi senior itu, kondisi tersebut membuat nelayan membutuhkan dukungan agar mampu memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan keluarga. Ia juga menyoroti persoalan pencurian ikan yang menurutnya turut menggerus potensi ekonomi sektor perikanan Indonesia.
“Ikan kita, Pak, dicuri oleh nelayan-nelayan yang kuat dari negara luar. Tiap tahun ikan kita dicuri hampir Rp 200 triliun lebih kata Menteri Kelautan. Kenapa? Karena nelayan-nelayan kita lemah,” ujar Zulhas.
Zulhas menyebut pembangunan kampung nelayan sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir. Menurut dia, penguatan petani dan nelayan menjadi bagian penting dalam membangun kedaulatan pangan Indonesia.
Ia juga mengatakan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi kesejahteraan masyarakat yang bekerja di sektor pangan. Karena itu, dukungan terhadap petani dan nelayan perlu berjalan bersamaan dengan penguatan infrastruktur serta perlindungan ekonomi mereka.
Dalam sambutannya, Zulhas menegaskan partainya akan terus mendorong kebijakan yang menurutnya berpihak kepada masyarakat. "Petani dan nelayan sebagai bagian dari kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan Indonesia," tutupnya.
Pada perayaan HUT tahun ini, PAN juga meluncurkan Gerakan PANsar Murah Nasional. Program tersebut menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan gula dengan harga 50-60% lebih murah bagi masyarakat.
