Nilai Tukar Nelayan 105,40, Menteri KKP: Nelayan Masih Miskin
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai tukar nelayan sepanjang 2023 mencapai 105,40. Kemudian, nilai tukar pembudidaya ikan mencapai 104,92.
Kendati demikian, menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, angka-angka nilai tukar nelayan pembudi daya itu bisa diartikan bahwa nelayan-nelayan di Tanah Air masih belum sejahtera.
Baca Juga
Pembangunan Rampung, KKP akan Resmikan Kampung Nelayan Modern di Lampung
“Kita sudah capai 105,4 nilai tukar nelayan, nilai pembudi daya 104,92. Padahal angka 105, 104 itu tetap masih miskin (nelayan),” ucapnya dalam konferensi pers Outlook Sektor Kelautan dan Perikanan 2024, Rabu (10/1/2024).
Mantan Wakil Menteri Pertahanan tersebut juga menyebutkan bahwa angka yang mencerminkan kehidupan para nelayan sudah sejahtera adalah di kisaran 200 hingga 300.
“Kalau ditargetkan pemerintah dalam hal ini bersama dengan Bappenas ya, kalau saya mau jujur, enggak bisa, mereka harus di atas itu (nilai 150),” terang Trenggono.
Lantas bagaimana untuk mencapai angka yang merepresentasikan nelayan yang sejahtera? Trenggono mengungkapkan perlu adanya campur tangan dari pemerintah untuk menjalankan sejumlah program untuk kehidupan nelayan.
“Bentuknya kalau nelayan, pembangunan kampung nelayan, kampung nelayan maju. Saya cek lagi anggarannya, 300 (juta), paling tinggi 600 juta, bisa ini enggak, rumah saja enggak jadi, bagaimama kampung nelayan maju,” tandasnya.

