Komisi XII Disetujui Pagu Anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi Rp 974,84 Miliar untuk TA 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Komisi XII DPR RI menyetujui Pagu Anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tahun Anggaran (TA) 2026 sebesar Rp 974,84 miliar. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Kerja bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Persetujuan alokasi anggaran tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi. Dalam kesimpulan rapat, postur anggaran yang disetujui terbagi ke dalam dua program utama, yakni Program Dukungan Manajemen sebesar Rp 505,30 miliar serta Program Penanaman Modal dan Hilirisasi sebesar Rp 469,53 miliar.
"Komisi XII dapat memahami Pagu Anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 974.840.775.000," ujar Bambang Haryadi seraya mengetok palu sidang tanda disetujuinya hasil keputusan tersebut.
Bambang menegaskan, penetapan anggaran ini ditujukan untuk menyokong agenda strategis nasional, khususnya akselerasi hilirisasi industri serta perbaikan iklim investasi di Tanah Air. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong realisasi investasi dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Baca Juga
Menteri Rosan: Kepastian Layanan Investasi Jadi Kunci Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
"Penyusunan anggaran ini ditujukan agar Kementerian Investasi dan Hilirisasi mampu merealisasikan target investasi serta program hilirisasi secara maksimal. Kita berharap pengalokasian dana ini benar-benar berdampak langsung pada penguatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," tegasnya.
Sebagian alokasi dana tersebut akan digunakan untuk mengakselerasi target investasi strategis nasional, termasuk pengembangan platform Online Single Submission (OSS) Versi 2.0 senilai Rp201,83 miliar guna menyempurnakan integrasi perizinan berusaha lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung target akumulasi investasi nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang diproyeksikan mencapai Rp13.032,8 triliun demi mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
