Luhut Sebut Digitalisasi Bansos Bisa Pangkas Persentase Salah Sasaran hingga 5%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan penerapan sistem digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) dalam tata kelola bantuan sosial (bansos) mampu menekan angka penyaluran yang salah sasaran secara drastis hingga di bawah 5%.
Luhut menjelaskan sebelumnya tingkat ketepatan sasaran penyaluran bansos di daerah uji coba seperti Banyuwangi hanya berada di angka 77,6%. Namun, lewat integrasi data antar-kementerian yang diverifikasi langsung dengan kecerdasan buatan, tingkat akurasi penerima bantuan mengalami lonjakan signifikan.
"Kita mengerti, target bansos atau transfer uang sekitar 77,6%. Tapi hari ini, kami yakin kita bisa melakukannya dengan kurang dari 5%. Semoga pada akhir tahun ini, kita bisa mencapai (akurasi) 90-an persen," ujar Luhut pada acara Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Langkah transformasi digital ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengintegrasikan seluruh administrasi pemerintahan lewat GovTech dan AI guna memangkas birokrasi serta menutup celah korupsi.
Baca Juga
Pemerintah Rayu Investor Global dengan Obral Insentif Pajak hingga 300%
Program penataan data kependudukan berbasis Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) ini ditargetkan melakukan peluncuran secara nasional (national roll-out) pada Oktober-November mendatang.
Luhut menambahkan efisiensi birokrasi dan transparansi berbasis teknologi ini akan menjadikan Jakarta dan Indonesia sebagai tempat yang makin ramah dan tepercaya bagi para investor global.
"Pemerintahan digital dan pusat inovasi finansial berhubungan erat dengan kota. Dengan kepemimpinan yang ada dan ekosistem digital ini, saya tidak melihat alasan bagi investor untuk ragu berinvestasi di Jakarta," tutur Luhut.
