Defisit RAPBN 2027 Masih Bisa Ditutup SAL
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengungkapkan, Saldo Anggaran Lebih (SAL) berpotensi digunakan untuk menutup defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Berdasarkan paparan Presiden Prabowo Subianto, defisit dalam RAPBN 2027 ditetapkan sebesar Rp 671,2 triliun atau 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Kita masih punya sisa anggaran lebih dan kita gunakan untuk proses yang lain. Kita masih menggunakan sebagian defisit ditutup dari SAL-nya,” kata Misbakhun di kompleks parlemen Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga
RAPBN 2027 Tembus Rp 4.097 Triliun, Defisit Dijaga 2,40% PDB
Misbakhun menjelaskan, defisit sebesar 2,4% dari PDB yang ditetapkan pemerintah bersifat sangat hati-hati. Defisit akan terus dijaga sesuai perintah undang-undang.
“Kalau sepanjang itu masih di dalam kerangka APBN bahwa defisitnya dibolehkan oleh undang-undang, kan kita setujui bersama dengan pemerintah meminta untuk nambah utang dan kita setujui bersama,” ujar dia.
Misbakhun mengatakan, asumsi pertumbuhan ekonomi yang dipatok 6% pada 2027 memberi pesan yang kuat kepada pasar bahwa Prabowo ingin mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi pada 2029.
Baca Juga
Arsitektur APBN 2027, Defisit Dipancang di 2,4% PDB dan Pertumbuhan Ekonomi 6%
“Ini adalah zona baru pertumbuhan ekonomi kita untuk menuju 8% yang sering ditargetkan dalam visi-misi Bapak Presiden,” tutur dia.
Dengan target tinggi tersebut, menurut Misbakhun, butuh kerja keras, konsolidasi, dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Bauran kebijakan fiskal dan moneter harus tepat sasaran.
“Bagaimana likuiditas di pasar bisa tersedia, kemudian sektor riil bisa tumbuh dan terjadi ekspansi kredit di perbankan,” jelas dia.

