Purbaya Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 akan Alami Perlambatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 akan mengalami perlambatan. Meski begitu, dia memproyeksikan pertumbuhan pada kuartal II-2026 tidak akan jauh dari angka 5,4%.
“Kalau kita lihat prediksi empat lembaga, kelihatannya di bawah 5,6% untuk kuartal II-2026. Tapi, nggak jauh dari 5,4% juga. Jadi melambat tapi nggak parah-parah amat,” kata Purbaya, saat membacakan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin (3/8/2026).
Purbaya mengaku realistis memandang potensi pertumbuhan di kuartal II-2026. Menurutnya pada kuartal ini ketidakpastian global mencapai titik puncaknya, yang diikuti harga minyak yang tinggi.
“Kita juga masih mengatur bagaimana supaya anggaran kita aman, banyak capital outflow dan lain-lain,” ucap dia.
Meski kondisi ketidakpastian memuncak, Purbaya yakin akan ada pembalikan pada semester II-2026. Pada paruh kedua 2026 ini, dia menyebut telah terjalin koordinasi yang lebih solid antara pemerintah dan bank sentral untuk memastikan semua mesin pertumbuhan berjalan baik.
Baca Juga
BPS Catat Deflasi 0,14% pada Juli 2026, Didorong Harga Pangan
Stimulus kendaraan listrik
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026, Purbaya mengatakan bahwa pemerintah akan menggelontorkan stimulus. Salah satunya, stimulus untuk kendaraan listrik.
“Kalau nggak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti, Bapak Presiden yang mengumumkan,” ujar dia.
Selain itu, Purbaya mengumumkan langkah-langkah lain untuk mendorong perekonomian yaitu memastikan likuiditas di sistem finansial cukup terkoordinasi dengan bank sentral. Tak hanya itu, dia juga berjanji akan memastikan belanja pemerintah pada semester II-2026 akan berjalan lancar dibandingkan sebelumnya.
Bahkan, Purbaya memastikan iklim investasi menjadi lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kita prediksi sih di semester II-2026 ekonominya bisa tumbuh pulih ke arah 5,6% sampai 6% dengan kerja keras tentunya,” kata dia.
