LPS: Tren Pertumbuhan Simpanan Nasabah Tajir Alami Perlambatan
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa menyebut jumlah nasabah dengan simpanan di atas Rp 5 miliar per akun, alias nasabah tajir bergerak melandai, dari tumbuh 14-15% di 2022 menjadi tumbuh 3,51% di tahun lalu.
”Yang Rp 5 miliar kalau kita lihat trennya turun terus dari akhir tahun lalu sampai sekarang. Dari akhir tahun lalu, tumbuhnya sekitar 14-15%, sekarang turun sampai ke 3,51%,” ujarnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/1/2024).
Purbaya menduga, penurunan ini salah satunya disebabkan oleh penurunan simpanan di segmen korporasi. Ia juga mewaspadai kondisi ini bisa diartikan bahwa kelompok ini sudah tidak lagi ‘memiliki’ uang.
Baca Juga
“Hanya saja jika kita melihat tren pemakaian uang sendiri untuk ekspansi usahanya cenderung naik, dibandingkan dengan pinjaman di bank, apalagi bank luar negeri atau dana dollar. Karena bunga di luar negeri mahal,” katanya.
Purbaya berangggapan bahwa para pengusaha kemungkinan besar cenderung menggunakan dananya sendiri hingga habis untuk melakukan ekspansi usahanya.
“Pertumbuhannya sekarang di level 3,51%, di bawah rata-rata. Tapi belum tentu ini menandakan hal yang negatif,” terangnya. (CR-13)

