Jumlah Simpanan di Atas Rp 2 Miliar Naik 10,11%, Bos LPS: Orang Tajir Uangnya Makin Banyak
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, jumlah simpanan nasabah kaya alias tajir atau yang memiliki uang diatas Rp 2 miliar mengalami peningkatan. Bahkan, peningkatan ini sudah terjadi sejak beberapa bulan sebelumnya.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, hingga April 2024, jumlah simpanan diatas Rp 2 miliar mengalami pertumbuhan 10,11% menjadi Rp 5.381 triliun, dari sebelumnya Rp 4.887 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut masih lebih tinggi dibanding Bulan Maret 2024 yang tumbuh 8,79% menjadi Rp 5.360 triliun, dibanding periode yang sama 2023 yaitu Rp 4.927 triliun.
”Hal ini bisa berdampak baik maupun buruk. Baiknya, orang kaya uangnya semakin banyak. Buruknya, mereka mulai wait and see sehingga mulai menumpuk uangnya di tabungan,” ujar Purbaya, belum lama ini.
Baca Juga
Kemudian, untuk total simpanan dibawah Rp 2 miliar sampai dengan Rp 500 juta naik 6,23% dari Rp 1.059 triliun pada April 2023 menjadi Rp 1.12 triliun di periode yang sama tahun ini. Di bulan Maret 2024, pertumbuhan di kelompok ini juga mirip-mirip yaitu 6,20%.
“Sementara untuk tabungan dibawah Rp 500 juta cenderung melambat dibanding bulan-bulan lalu,” kata Purbaya.
Jika dilihat sekilas, total simpanan dibawah Rp 500 juta sampai dengan Rp 100 juta masih tumbuh 1,46% secara tahunan menjadi Rp 1.114 triliun pada April 2024. Namun, pertumbuhan ini nyatanya melambat dibanding Maret 2023 yang tumbuh 4,90% secara tahunan menjadi Rp 1.134 triliun.
“Yang paling parah memang dibawah Rp 100 juta, tabungannya turun,” ucap Purbaya.
Baca Juga
Anggarkan Rp 1 Triliun untuk Bangun Kantor, LPS Siap Pindah ke IKN April 2025
Pada Maret 2023, jumlah simpanan dibawah Rp 100 juta mampu tumbuh 7,28% secara tahunan menjadi Rp 1.061 triliun. Lalu di bulan berikutnya atau April 2024, pertumbuhannya melambat, yakni hanya tumbuh 4,05% menjadi Rp 1.054 triliun.
Purbaya tidak memungkiri jika penurunan jumlah tabungan dibawah Rp 100 juta, secara langsung maupun tidak, merupakan dampak dari momen libur panjang belakangan ini seperti ramadhan dan lebaran yang berpotensi meningkatkan pengeluaran masyarakat.
“Secara makro mungkin tabungan mereka itu berkurang karena digunakan untuk kepentingannya dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.

