LPS Catat Simpanan Nasabah Tajir Tembus Rp 4.331 Triliun per September
JAKARTA, investortrust.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebut simpanan nasabah untuk tier di atas Rp 5 miliar tercatat mencapai Rp 4.331 triliun per September 2023.
Jumlah tersebut menunjukan pertumbuhan sebesar 7,8% (year-on-year/yoy), dibanding Rp 4.017 triliun per September 2022.
Direktur Grup Riset LPS, Herman Saheruddin mengakui pertumbuhan simpanan nasabah level tier di atas Rp 5 miliar mengalami pelambatan dari sebelumnya yang tumbuh sebesar 9,6% yoy.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Rebound, Pantau Pergerakan 4 Saham Syariah Ini
“Pada September 2021, simpanan tier di atas 5 miliar tercatat Rp 3.664 triliun, sedangkan per September 2022 naik 9,6% menjadi Rp 4.017 triliun,’’ papar Herman di acara Media Gathering LPS, di Bandung, Rabu (8/11/2023).
Herman menjelaskan, pertumbuhan simpanan tier di atas Rp 5 miliar setahun terakhir menunjukan kondisi kembali normal, disebabkan oleh basis tinggi dari tahun sebelumnya.
Saat pandemi COVID-19, simpanan di atas Rp 5 miliar meningkat signifikan karena masyarakat lebih memilih untuk menyimpan uang daripada menginvestasikannya. Namun, di tahun politik seperti sekarang, fenomena "wait and see" cenderung terjadi.
Baca Juga
“Year-on-year bisa turun karena di tahun lalu base-nya tinggi, pada saat Covid-19 simpanan di atas Rp 5 miliar naik tinggi sekali, karena orang-orang tidak investasi. Kalau di tahun politik ini, biasanya akan terjadi fenomena wait and see,” jelas Herman Saheruddin.
Dalam kesempatan itu Herman juga memaparkan pemetaan pemilik Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan untuk tier di atas Rp 5 miliar per September 2023.
Menurutnya, korporasi swasta memiliki sebanyak 49,14%, BUMN/BUMD sebanyak 11,46%, Pemerintah Daerah sebanyak 11,78%, dan perseorangan sebanyak 17,92%. (CR-3)

