Dekan FEB UI: Negara Maju Berawal dari 'Business School' Berkualitas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Yulianti, menegaskan pentingnya peran sekolah bisnis (business school) dalam menopang kemajuan bangsa. Indikator negara yang maju dan berdaya saing tinggi senantiasa berjalan selaras dengan kualitas pendidikan bisnis yang dimilikinya.
Hal tersebut disampaikan Yulianti dalam sambutannya pada peresmian Smart Classroom At-Thohir Vidya Loka di Program Studi Magister Manajemen (MM) FEB UI, Kampus Salemba, Jakarta, Selasa (28/7/3026).
Baca Juga
"Kalau kita bicara business school, negara yang bagus biasanya pasti business school-nya bagus, dan yang business school-nya bagus, biasanya program Magister Manajemen atau MBA-nya juga bagus," tegas Yulianti.
Turut hadir pada acara tersebut adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Mochamad Thohir Garibaldi ‘Boy’ Thohir, Ketua Pengurus Yayasan Mochamad Thohir Giovanni Thohir, dan Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga UI Budi Wiweko.
Satu-satunya di Indonesia dengan Predikat Double Crown
Yulianti menjelaskan sebagai fakultas ekonomi dan bisnis terkemuka di Tanah Air, FEB UI tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori akademis, tetapi juga mengedepankan praktik industri yang relevan. Komitmen tersebut dibuktikan dengan raihan akreditasi internasional tingkat tinggi.
Saat ini, FEB UI mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya fakultas bisnis di Indonesia yang berhasil meraih predikat double crown, yakni akreditasi internasional dari Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) dan Association of MBAs (AMBA).
"AMBA ini secara khusus menaungi program studi Magister Manajemen yang merupakan flagship dari business school. Program ini menjadi ujung tombak kami untuk membawa nama FEB UI dan Universitas Indonesia ke kancah dunia," terangnya.
Baca Juga
Belajar dari Tiongkok, Boy Thohir Dorong Akademisi UI Jadi Profesor Entrepreneur
Untuk mempertahankan standar global tersebut, Yulianti menekankan kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah merupakan sebuah keharusan. Kehadiran fasilitas At-Thohir Vidya Loka—hasil kolaborasi dengan Yayasan Mochamad Thohir—diharapkan tidak sekadar menjadi ruang fisik semata, melainkan pemantik berbagai aktivitas produktif.
"Kami ingin tempat ini bukan hanya menjadi satu ruangan, tetapi menjadi trigger untuk aktivitas yang membangun sinergi dan merancang masa depan (shaping tomorrow)," ujar Yulianti.
