Keren! Kontrak Mohamed Salah di Liverpool jadi Penelitian Harvard Business School
JAKARTA, investortrust.id – Reputasi Mohamed Salah sebagai bintang besar Liga Premier Inggris menarik minat Harvard Business School untuk melakukan penelitian. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Boston, Amerika Serikat, itu membuka sebuah dokumen penelitian tentang kontrak Mohamed Salah.
Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly, dikenal sebagai Mohamed Salah atau Mo Salah, adalah pesepakbola profesional Mesir. Dia adalah pemain yang berposisi sebagai sayap kanan, second striker, atau penyerang tengah.
Mohamed Salah dianggap sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik di generasinya dan di antara pemain-pemain Afrika terhebat sepanjang masa. Dia dikenal karena penyelesaian akhir yang klinis, dribbling yang bagus, dan kecepatan yang menyulitkan barisan belakang lawan.
Setelah bermain di berbagai klub Mesir maupun Eropa, pada 22 Juni 2017, Mohamed Salah menyetujui transfer ke Liverpool. Dia menandatangani kontrak jangka panjang dengan The Reds dengan biaya awal 36,5 juta poundsterling (Rp 687 miliar) yang bisa meningkat menjadi 43 juta poundsterling (Rp 809 miliar).
Sejak kedatangannya ke Anfield, Mohamed Salah menjelma menjadi sosok penting. Pada musim panas 2022, dia sedang memasuki tahun terakhir kontraknya di Liverpool dan menghadapi keputusan besar apakah akan menandatangani kontrak baru atau pergi di transfer window.
Baca Juga
Real Madrid Kalah, Rekor Sempurna di Eropa Tinggal Milik Manchester City dan Inter Milan
Saat itu, Mohamed Salah baru saja menjalani musim yang luar biasa. Dia mencetak 31 gol di semua kompetisi saat The Reds memenangkan dua trofi dan nyaris kehilangan dua trofi lainnya. Tidak mengherankan jika Liverpool sangat ingin mempertahankannya, dan memulai diskusi mengenai kesepakatan baru.
Uniknya, diskusi perpanjangan kontrak baru Liverpool dengan Mohamed Salah ketika itu dicium Harvard Business School. Mereka menjadikannya obyek studi.
Agen Mohamed Salah ketika itu mengatakan bahwa Liverpool sangat jauh dalam pembicaraan kontrak. Maksudnya, sejumlah permintaan Mohamed Salah terancam tidak dipenuhi, dan itu sempat memunculkan sengketa antara kubu Mohamed Salah dengan tim Merseyside.
Studi yang Buktikan Kecintaan Mohamed Salah kepada Liverpool
Berangkat dari kasus tersebut, Harvard Business School kemudian melakukan penelitian. Setahun berselang, mereka membeberkan hasilnya, yaitu rincian tentang proses dan isi negosiasinya.
Harvard Business School merilis rincian penting tentang negosiasi kontrak ekstensif Mohamed Salah dengan Liverpool. Studi tersebut menunjukkan Mohamed Salah memiliki kepercayaan penuh kepada agen, pengacara, pensehat, sekaligus orang kepercayaannya, yaitu Ramy Abbas Issa.
“Kami adalah mitra. Saya tahu dia akan selalu melakukan yang terbaik untuk saya,” kata Mohamed Salah seperti yang ditulis Harvard Business School dalam hasil penelitiannya, dikutip Dailymail.
Harvard Business School menyatakan, meski berat, Mohamed Salah bertekad untuk tidak putus asa dalam berkomitmen masa depannya di Liverpool. Mohamed Salah kemudian mengatakan kepada Ramy Abbas Issa bahwa dirinya tetap ingin bersama Liverpool. “Tapi, klub perlu menunjukkan bahwa mereka juga menginginkan saya,” kata Mohamed Salah.
Berdasarkan penelitian Harvard Business School, Ramy Abbas Issa dan Mohamed Salah kemudian melakukan panggilan telepon yang Panjang. Keduanya mengajukan tawaran balasan sebelum kembali berbicara dengan Liverpool.
Harvard Business School mengungkapkan, strategi mereka akhirnya berhasil. Sebab, pada awal Juli 2022, Mohamed Salah akhirnya menandatangani kontrak baru yang akan mempertahankannya di Anfield hingga 31 Juni 2025.
Penandatanganan kesepakatan itu mengakhiri kemungkinan Mohamed Salah akan mengakhiri kontrak dengan Liverpool, dan pergi secara gratis pada 2023. Dia juga mendapatkan apa yang diinginkan. Pasalnya, Mohamed Salah menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di Liverpool setelah menyetujui gaji hampir 400 ribu pounds (Rp 7,5 miliar) per minggu.
Segera setelah menandatangani kontrak baru, Mohamed Salah menunjukkan komitmennya kepada Liverpool. Hasilnya, dia mencetak 30 gol dari 51 pertandingan semua ajang Bersama Liverpool pada 2022/2023.
Komitmennya diuji sekali lagi pada musim panas 2023 ketika klub Arab Saudi Al-Ittihad mengajukan tawaran 215 juta poundsterling (Rp 4,046 triliun) kepada Liverpool untuk Mohamed Salah. Tawaran itu langsung ditolak Mohamed Salah, Juergen Klopp, maupun manajemen The Reds.
Penolakan itu dilanjutkan dengan performa top pada awal musim 2023/2024. Pemain berusia 31 tahun itu telah mencatatkan tiga gol dan empat assist dalam enam pertandingan pembuka Liga Premier Inggris. The Reds kini ada di posisi kedua tertinggal dua poin dari Manchester City.
Baca Juga
Kalah dari Aston Villa, Kondisi Chelsea Semakin Memprihatinkan

