Kapal Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Pasokan Energi Tetap Aman
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker VLCC Pertamina Pride telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman.
"Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz, semalam. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret 2026 lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa," ujar Pjs Corporate Secretary Vega Pita, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga
Pertamina Bangun 262 Desa Energi Berdikari Berbasis Energi Terbarukan
Kapal Pertamina Pride mulai bergerak pada Selasa (7/7/2026) pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB) dan berhasil melintasi area kritikal serta Selat Hormuz pada Rabu (8/7/2026) pukul 00.15 WIB. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa mitigasi risiko dan pemantauan operasional yang dilakukan PIS berjalan efektif dalam menjaga keselamatan pelayaran di tengah dinamika kawasan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan keberhasilan pelayaran Pertamina Pride merupakan hasil dari penerapan manajemen risiko yang komprehensif serta koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
"Pertamina berterima kasih atas dukungan penuh Kemenlu dan KBRI Teheran. Berkat kerjasama tersebut, Kapal Gamsunoro dan Pertamina Pride bisa keluar dari kawasan Teluk Arab. Keberhasilan ini menunjukkan koordinasi dan kerjasama yang baik seluruh pemangku kepentingan serta kemampuan dalam mengelola risiko, sehingga pasokan minyak mentah untuk kebutuhan kilang nasional tetap terjaga," ujar Baron.
Selama perjalanan, kapal dipantau secara intensif selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PT Pertamina International Shipping guna memastikan seluruh prosedur keamanan berjalan optimal.
"Keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama. Alhamdulillah seluruh kru Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan kapal dapat melanjutkan pelayaran sesuai rencana menuju Indonesia," tambah Baron.
Menurut Baron, VLCC Pertamina Pride yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah tersebut saat ini tengah melanjutkan perjalanan menuju Kilang Cilacap dan diperkirakan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.
“Pasokan minyak mentah yang diangkut oleh Pertamina Pride sangat berarti bagi ketahanan energi nasional. Dengan dukungan armada dan sistem pemantauan yang terintegrasi, Pertamina berkomitmen memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap aman, andal, dan berkelanjutan,”pungkas Baron.
Sama seperti Kapal Gamsunoro, pemilihan waktu dan rute Pertamina Pride untuk melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat dengan mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi. Mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab.
Selama pelayaran, kapal dimonitor selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS untuk memastikan keamanan pelayaran.
Baca Juga
Kapal Pertamina Pride diperkirakan akan menempuh perjalanan sepanjang 15 hari dan tiba di Indonesia pada tanggal 23 Juli 2026. PIS terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi keamanan di jalur pelayaran internasional serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan awak kapal, keamanan muatan, dan kelancaran distribusi energi nasional.
"PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz," kata Vega.
