DPR Pastikan Dana APBN Tidak Mengalir Langsung ke Danantara Development Management Fund
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menegaskan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan disuntikkan langsung sebagai modal ke dalam PT Danantara Development Management Fund (DDMF). Sebaliknya, anggaran negara akan masuk melalui skema sinergi pendanaan (cross-cutting) pada proyek-proyek strategis tertentu.
"Tidak, tidak masuk ke dalam DDMF. Nanti strategi itu berbeda dengan misalnya 'oh ini uang APBN, ini DDMF'. Tidak seperti itu. Sampai saat ini mereka sedang menyiapkan proyek apa saja yang mereka susun untuk mempunyai irisan cross-cutting," kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Misbakhun memaparkan, DDMF dibentuk untuk masuk ke sektor-sektor prioritas pembangunan yang memiliki tingkat pengembalian investasi (return of investment) jangka panjang. Sektor-sektor ini biasanya dihindari oleh pihak swasta karena tingkat risikonya yang tinggi dan partisipasi yang minim.
"Tantangannya ya tadi, IRR (Internal Rate of Return)-nya kalau dikerjakan oleh swasta dia tidak akan menaruh (modal). Maka karena itu menyangkut hal yang sifatnya strategis, negara harus hadir, DDMF harus masuk ke sana," jelasnya.
Komisi XI DPR RI menggelar Rapat Kerja secara tertutup bersama jajaran direksi PT Danantara Development Management Fund (DDMF) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/72026). Rapat ini memiliki agenda utama membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) lembaga investasi pelat merah tersebut.
"Intinya kita adalah menjalankan mandat Undang-Undang Nomor 1 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2026 mengenai BUMN. Di mana setiap RKP dan RKA-nya itu harus dikonsultasikan dengan DPR RI, dan komisi yang membidangi investasi ini adalah Komisi XI," ujar Misbakhun saat ditemui usai rapat.
Dalam rapat tersebut, Direktur Utama Danantara Development Management Fund, Sigit P. Santosa, memaparkan sejumlah rencana kerja strategis, alokasi anggaran, hingga proyek-proyek yang akan digarap perseroan. Banyaknya paparan tersebut memicu berbagai pertanyaan kritis dari para anggota dewan.
Baca Juga
Rapat di DPR, Sigit Santosa Diperkenalkan sebagai Dirut Danantara Development Fund
Kendati demikian, Misbakhun enggan merinci lebih jauh mengenai detail proyek ataupun rincian angka anggaran yang diajukan oleh manajemen DDMF dengan alasan menjaga kerahasiaan rapat.
"Saya menjaga kredensial rapat tertutup tersebut, jadi saya tidak bisa mengungkapkan apa yang disampaikan di dalam rapat," tegas politikus Partai Golkar tersebut.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan manajemen Managing Director Stakeholders Management & Communications BPI Danantara, Rohan Nafas, menambahkan bahwa meski proyek yang disasar bersifat jangka panjang dan memerlukan kehadiran negara, aspek komersial tetap tidak akan dikesampingkan. Manajemen berkomitmen untuk terus berkonsultasi dengan DPR mengingat adanya keterlibatan uang negara.
"Ini juga tadi menyangkut uang negara ya, jadi kita harus hati-hati memilihnya. Walaupun return-nya jangka panjang, tetap harus dihitung secara komersialnya bagaimana. Dan itu kita akan selalu bawa ke Komite (Komisi) XI," ujar Rohan.
Terkait strategi menarik investasi global agar tidak bergantung pada modal pemerintah, pihak dewan menyebut manajemen DDMF telah mempresentasikan formula khusus. Namun, detail mekanisme tersebut baru akan dibuka secara transparan kepada publik setelah seluruh perhitungan per proyek rampung dirumuskan.
