Peringkat Daya Saing RI Turun, Pemerintah Fokus Benahi Suplai Listrik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - IMD World Competitiveness mencatat penurunan peringkat daya saing perekonomian Indonesia. World Competitiveness Center (WCC) menempatkan Indonesia di posisi ke-48.
Indonesia sempat mencatat peringkat tertinggi daya saing ekonomi pada 2024. Saat itu posisi Indonesia di peringkat -27. Setahun setelahnya, posisi Indonesia melorot ke-40.
Baca Juga
DSI Jamin Kepastian Usaha, Kontrak Ekspor Tetap Berjalan Selama Tak Ada Under-Invoicing
Merespons hal ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut akan meneliti persoalan yang ada. “Kita ada persiapan untuk tim debottlenecking, jadi kita akan lihat saja dari sana,” kata Airlangga, di kantornya, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Dalam waktu dekat, persoalan yang akan diselesaikan pemerintah, yaitu suplai listrik. “Negara dianggap iklimnya baik kalau energi sebagai infrastruktur utama untuk apa pun, apakah untuk manufaktur, sektor transportasi, jasa, itu stabil,” kata dia.
Performa daya saing ekonomi Indonesia bergerak stabil di posisi ke-24. Sementara itu, posisi efisiensi pemerintah, bisnis, dan infrastruktur bergerak turun. Pada 2026, efisiensi pemerintah berada di posisi ke-38, efisiensi bisnis berada di posisi ke-50, dan infrastruktur di posisi ke-58.
Untuk peringkat sub faktor performa ekonomi, catatan diberikan kepada perdagangan internasional yang menempati posisi ke-50. Peringkat sub efisiensi pemerintah di antaranya regulasi pemerintah di posisi ke-50 dan hubungan sosial di posisi ke-54.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Anomali Indonesia: Ekonomi Tumbuh 35% selama 7 Tahun, tetapi Rakyat Miskin Bertambah
Catatan yang lebih serius yaitu pada sub efisiensi bisnis. Sub kategori produktivitas dan efisiensi berada di peringkat ke-53, pembiayaan peringkat ke-51, praktik manajemen peringkat ke-55, peringkat perilaku dan nilai di posisi ke-53.
Sementara itu di bidang infrastruktur, posisi Indonesia juga berada di bawah rerata. Posisi Indonesia dalam infrastruktur keilmuan yaitu 48. Lebih bawah lagi, Indonesia masih tertinggal di bidang infrastruktur kesehatan dan lingkungan, posisi ke-65, dan pendidikan di posisi ke-63.
