Rupiah Anjlok Parah Pagi Ini Nyaris Sentuh Rp 17.500
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah turun dalam pada transaksi pagi ini, Selasa (12/5/2026). Rupiah melemah 0,48% dekati Rp 17.500, tepatnya Rp 17.497 per US$, pada pukul 09.09 WIB, didasarkan data Bloomberg.
Sejumlah mata uang melemah pada perdagangan Selasa pagi. Rupee India melemah 0,87%, yen Jepang melemah 0,24%, ringgit Malaysia melemah 0,21%, peso Filipina melemah 0,48%, dolar Singapura melemah 0,17% dan baht Tailan melemah 0,24%.
Baca Juga
IHSG Dibuka Rebound 0,60% Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, Saham CCSI dan ELPI Langsung ARA
Sementara itu, yuan China dan dolar Hong Kong menguat. Dua mata uang tersebut menguat di tengah tekanan terhadap dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyebutkan bahwa indeks dolar AS atau DXY relatif tidak berubah di level 97,9. Ini terjadi seiring pelaku pasar mencerna kemunduran lain dalam perundingan perdamaian Timur Tengah sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.
Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk mengakhiri konflik yang sudah berjalan 10 pekan tersebut dengan menyebutnya “sama sekali tidak dapat diterima,” sementara Teheran bersumpah “tidak akan pernah tunduk.”
"Akibatnya, harga minyak bergerak naik, memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari guncangan harga minyak yang berkepanjangan," kata Andry.
Baca Juga
Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Asing Bayangi Saham Bank, Masih Layak Dipertahankan?
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 5,93 bps ke 4,41% seiring investor bersiap menghadapi laporan inflasi konsumen April, yang dapat memberikan gambaran baru mengenai bagaimana perang Iran memengaruhi perekonomian serta membentuk ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve.
Pelaku pasar juga terus memantau perkembangan di Timur Tengah setelah Trump menyatakan bahwa gencatan senjata AS-Iran berada dalam kondisi “sangat kritis” (massive life support) menyusul penolakannya terhadap proposal perdamaian terbaru dari Teheran.
Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping akhir pekan ini. Pertemuan ini disebut akan membahas isu perdagangan dan kecerdasan buatan, yang kemungkinan besar akan mendominasi pembahasan antara kedua pemimpin.

