Jalan Berganti, Penjual Makanan Di Purwakarta Tetap Bertahan
Purwakarta, investortrust.id – Sejak lama, sebelum tol Cipali dan Cipularang mulai beroperasi, jalan raya Cikopo yang menjadi penghubung Cikampek dengan Purwakarta menjadi jalur favorit para pelancong dari Jakarta, Bekasi dan sekitarnya untuk menuju Bandung. Di sepanjang jalan inilah berjajar para penjual makanan ringan khas Purwakarta dan Jawa Barat yang menyediakan oleh-oleh bagi para pelintas jalan dari dan menuju Bandung atau Jakarta.
Di jalan ini juga terdapat sate khas Purwakarta yang melegenda, sate Maranggi. Namun sejak jalan tol Cipali dan Cipularang dibuka, omset para pedagang di sepanjang jalan Cikopo ini merosot tajam, setidaknya demikian menurut penuturan Dedi Rosyidi, pedagang makanan kecil khas Purwakarta yang ditemui Investortrust di kedainya di Cinangka, Bungursari, Purwakarta pada malam Natal, Selasa, (24/12/2024).
Dedi membuka warungnya sejak tahun 2007 dan menjual berbagai makanan kecil seperti keripik khas Purwakarta yang disebut simping, dodol Garut, tape gantung, ubi bakar madu, keripik bayam, kerupuk pasir hingga celengan dan mobil-mobilan. Sebelum jalan tol beroperasi, Dedi mengaku bisa mengantongi pendapatan 1 juta hingga 1.5 juta per hari. Kini omsetnya hanya mencapai 500 ribu per hari saat ramai.
Makanan yang menjadi favorit para pembeli adalah tape gantung dan ubi bakar. Dedi menuturkan sehari bisa menjual antara 50 hingga 60 kg per hari. "Ya kadang habis, kadang sisa pak. Antara 50 sampai 60 kilo lah rata-rata." tuturnya. Tape gantung ini dijual dengan harga 15 ribu/kg, sedangkan ubi bakar mencapai 30ribu/kg.

