Pilpres 2024 Dinilai Rematch Pendukung Jokowi dan Prabowo, Hanya Berganti Posisi
JAKARTA, Investortrust.id - Pilpres 2024 dinilai menjadi pertarungan ulang atau rematch antara pendukung Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi). Hanya saja, para pendukung Prabowo dan Jokowi di Pilpres 2019 telah berganti posisi di Pilpres 2024.
Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari memaparkan, mayoritas pendukung Jokowi di Pilpres 2019 sebelumnya mendukung Ganjar Pranowo. Namun, suara pendukung Jokowi itu terbelah saat Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dideklarasikan sebagai bakal cawapres mendampigi Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Baca Juga
Survei Capres Indo Barometer: Prabowo 35,8%, Ganjar 26%, Anies 18,5%
Sebagian suara pendukung Jokowi yang sebelumnya mendukung Ganjar kini mendukung Prabowo Subianto. Hal ini terjadi karena Gibran dianggap merepresentasikan sosok dan kinerja Jokowi.
"Begitu ada Gibran, (suara) lari ke Prabowo," kata Qodari dalam diskusi "Adu Gagasan Cari Dukungan" yang digelar di Pappete Cafe, Jakarta, Sabtu (11/11/2023).
Di sisi lain, suara pendukung Prabowo juga mengalami perubahan signifikan setelah Gibran menjadi bakal cawapresnya. Sebagian pendukung Prabowo di Pipres 2019 beralih ke pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
"Jadi pendukung Prabowo pada 2019 yang lalu itu terbagi dua, ada yang tetap memilih Prabowo dan ada yang memilih Anies," kata dia.
Baca Juga
Serukan Gencatan Senjata Israel-Palestina, Presiden Jokowi akan Hadiri KTT OKI
Sementara itu, kata Qodari, kolam suara Anies berasal dari masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Jokowi. Menurut catatan Indo Barometer, terdapat 20% masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Jokowi dan menginginkan perubahan.
"Jadi memang bejana suaranya berbeda dari dua pasangan lain," ujar dia.

