BKKBN Optimistis Prevelensi Stunting di Sulut Turun Jadi 15,4%
JAKARTA, investortrust.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan, prevelensi stunting di Sulawesi Utara dapat turun ke angka 15,4% pada akhir tahun 2024.
Asal tahu, prevalensi stunting di Sulut berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 berada di angka 21,3%.
“Saya harap target ini bisa dicapai, dengan dukungan dari seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Bahkan kalau bisa mencapai 14 persen sesuai yang ditargetkan presiden,” urai Bunda Literasi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Rita Tamuntuan dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (23/7/2024).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, Diano Tino Tandaju, menyebutkan provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa tersebut dihadapkan dengan permasalahan cukup tingginya angka prevalensi stunting.
Baca Juga
Waspada! BKKBN Sebut 74% Remaja Sudah Berhubungan Seksual di Usia 15-19 Tahun
Data hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan angka prevalensi stunting mencapai 21,3% atau meningkat 0,8% dari tahun sebelumnya sebesar 20,5%.
“Kami optimistis bila semua pihak, termasuk keluarga bersinergi, bergerak bersama, maka angka penurunan stunting bisa ditekan,” tutur Tino.
Ia berharap melalui keluarga dapat diwujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas."Penanganan SDM adalah tugas kita bersama. Untuk itu kita mengajak seluruh masyarakat, baik jajaran pemerintah, mitra kerja, untuk saling bahu-membahu, bergotong royong dalam mengatasi permasalahan yang ada di depan kita,” papar Tino.
Melalui peringatan Harganas, diharapkan dapat mengingatkan kembali peran para pemangku kepentingan, tokoh-tokoh masyarakat termasuk keluarga tentang pentingnya pembangunan keluarga.
Baca Juga
Pendidikan Seks Disalahartikan, Kepala BKKBN Wanti-Wanti Berpesan Ini kepada Para Calon Pengantin
Peringatan Hari Keluarga Nasional atau Harganas adalah momentum menyinergikan gerak dan langkah keluarga dalam mencegah stunting. Sehingga, keluarga seharusnya mengambil peran penting bagaimana mempersiapkan generasi yang sehat dan mampu bersaing di masa depan.
Peringatan Harganas juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja pengelola dan petugas dalam mengoptimalkan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana serta mengingatkan kembali pentingnya kepedulian keluarga Indonesia dalam pencegahan stunting.
"Tahun ini adalah tahun ketiga berturut-turut isu stunting diangkat sebagai tema Harganas,menurunkan prevalensi stunting membutuhkan kepedulian semua pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah. Dalam peringatan Harganas tingkat provinsi, kami juga menghadirkan pakar demografi sebagai narasumber yang akan mengupas terkait peluang dan tantangan demografi saat ini," ujarnya.

