Gandeng SwipeRx, PharmAcademy Tingkatkan Kompetensi 2.750 Apoteker di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Platform PharmAcademy yang digagas Sanofi Consumer Health Care Indonesia (CHCI) atau Sanofi Indonesia berkolaborasi dengan SwipeRx telah berhasil memberdayakan 2.750 apoteker di Indonesia sejak diluncurkan pada tahun 2023.
Melalui PharmAcademy, komunitas farmasi mendapatkan kemudahan akses terhadap modul pengetahuan dan keterampilan guna meningkatkan kompetensi.
Bahkan, PharmAcademy memungkinkan apoteker mendapatkan poin pengembangan profesional berkelanjutan (CPD) untuk mendorong kemajuan karier mereka.
Head of Sanofi CHC ASEA, Maria Valentina Sposito mengungkapkan, PharmAcademy merupakan bentuk komitmen pihaknya terhadap pemberdayaan apoteker menjadi konsultan kesehatan yang terpercaya bagi masyarakat Indonesia.
Baca Juga
Kurangi Risiko Self Diagnose, Ahli Farmasi Ini Tekankan Pentingnya Andil Apoteker
Maria menjelaskan, fitur PharmAcademy pada aplikasi SwipeRx menyediakan sarana pendidikan dan pelatihan berbagai aspek kefarmasian, termasuk manajemen penyakit, manajemen terapi obat, dan konseling pasien.
"Setelah setahun hadir, kami berharap PharmAcademy dapat menjangkau semakin banyak apoteker, serta mampu memfasilitasi penguatan kualitas mereka, sehingga apoteker semakin berdaya mendampingi masyarakat guna memenuhi kebutuhan kesehatan yang terus berkembang di Indonesia,” ujar Maria dalam acara Konferensi Pers PharmAcademy dari Sanofi Kuatkan Kompetensi Ribuan Apoteker di Indonesia, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2024).
Akselerasi pemberdayaan apoteker penting untuk menjembatani gap rasio profesi ini. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada tahun 2023, jumlah apoteker di Indonesia baru mencapai 130.643 orang. Artinya, 1 apoteker menangani 2.134 penduduk. Padahal, menurut Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), rasio idealnya adalah 0,8 sampai dengan 1 apoteker per 1.000 penduduk.
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) DKI Jakarta, Muhamad Yamin mengatakan, masih belum tercapainya rasio tersebut tak serta merta menjadikan fokus peningkatan berfokus pada segi kuantitas saja.
Menurut Yamin, justru mengingat peran apoteker sebagai garda terdepan dalam menjaga mutu obat dan memastikan obat diterima masyarakat dengan aman, kualitas apoteker harus terus diasah lewat pengayaan berkelanjutan.
Baca Juga
Kupas Tuntas Dinamika Perjalanan JKN, Dirut BPJS Kesehatan Rilis Buku Terbaru
"Karenanya, Ikatan Apoteker Indonesia mendukung sepenuhnya inisiatif PharmAcademy dari Sanofi dan SwipeRx sebagai upaya konkret untuk penguatan peran apoteker di Indonesia. Dengan adanya PharmAcademy, kami melihat peningkatan signifikan dalam profesionalisme dan kapabilitas apoteker di lapangan,” ungkap Yamin.
Sementara itu, CEO SwipeRx, Farouk Meralli menyebut, teknologi berimpak besar pada percepatan peningkatan kompetensi apoteker. Selama ini, sebagian besar apoteker kesulitan mengakses informasi, produk, tools, dan pelatihan yang diperlukan untuk memberikan layanan berkualitas.
Sebagai pionir, PharmAcademy menggunakan teknologi SwipeRx untuk menjembatani para apoteker dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
“Pendekatan inovatif PharmAcademy dan SwipeRx memberikan kemudahan bagi apoteker dalam pengembangan kompetensinya. Bahkan mereka yang berada di area terpencil. Modul pengetahuan dan keterampilan yang disajikan PharmAcademy disusun terstruktur di bawah arahan dari asosiasi profesi guna memastikan para apoteker menerima materi secara terukur," kata Farouk.
Selain itu, kata Farouk, apoteker juga lebih terjamin untuk terhubung dengan penyedia produk farmasi dengan lebih cepat.
"Dengan menggabungkan keahlian digital SwipeRx dan kepemimpinan Sanofi di industri farmasi, kami optimistis dapat memberdayakan apoteker untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih optimal," jelasnya.
Sebagai informasi, peringatan satu tahun peluncuran PharmAcedemy bertepatan dengan perhelatan Indonesian Pharmacy Expo and Conference (IPEC) 2024, yakni ajang pameran dan konferensi tahunan bagi para pelaku penggiat farmasi di Indonesia, diselenggarakan oleh SwipeRx bersama PD IAI DKI Jakarta.
Mengusung tema “Accelerating Pharmacy Services and Public Health with Technology Innovation,” pelaksanaan IPEC yang kedua ini melibatkan 1.000 apoteker dan pemilik apotek di seluruh Indonesia.

