Cerita Israr Mengaplikasikan Filosofi Sepak Bola untuk Meraih Sukses di Perantauan
JAKARTA, investortrust.id – Olahraga sepak bola ternyata tidak saja menyehatkan tubuh. Olahraga yang paling disukai di planet bumi ini dijadikan sebagai sebuah filosofi hidup bagi Israr. Redaktur Olahraga media online Republika ini mengatakan nilai-nilai dalam sepak bola bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semua olahraga saya suka. Tapi yang paling saya suka adalah sepak bola dan basket,” kata Israr mengawali perbincangan dengan investortrust.id di sela Pelatihan Jurnalistik dan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) 2024 Provinsi DKI Jakarta, di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (26/4/2024).
Ia menilai ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari filosofi sepak bola. Selain kerja sama tim, sepak bola juga mengajarkan tentang kerja keras untuk meraih kesuksesan dalam karier.
“Kerja keras di sepak bola menjadi pelajaran bagi saya untuk bisa sukses di perantauan,” kata pria asal Binjai, Sumatera Utara ini.
Baca Juga
PSSI Ulang Tahun, Erick Thohir Fokus Wujudkan Sepak Bola Bersih dan Berprestasi
Para pemain sepak bola yang kini sukses dan terkenal karena mereka tekun dan kerja keras untuk mencapai hasil pertandingan yang maksimal. Mereka harus berlatih setiap hari dan bekerja keras untuk mencapai level tertinggi. Hal ini juga berlaku dalam kehidupan. Hanya orang yang bekerja keras yang bisa mencapai sukses.
Israr menyebut sepak bola adalah olahraga yang disukainya sejak kecil. Kala itu, ia biasa bermain sepak bola bersama teman-teman sebayanya di Alun-Alun Kota Binjai.
Hobinya pada olahraga membawanya menjadi jurnalis yang khusus meliput event olahraga. Kariernya sebagai jurnalis olahraga diawali pada tahun 2003 di koran Indopos. “Awalnya ditugaskan meliput pertandingan basket di kalangan remaja yang tidak diliput media mainstream lain,” ujarnya mengenang perjalanan awal kariernya sebagai jurnalis di Jakarta.
Bahkan, anak kelima dari delapan bersaudara ini menuturkan pengalamannya saat kecil pernah bercita-cita bisa meliput event olahraga di luar negeri. Cita-cita itu muncul setelah ia membaca laporan wartawan sebuah tabloid tentang pertandingan sepak bola di luar negeri.
Baca Juga
Ketua Umum MUI Ajak Doakan Indonesia Tembus Final Piala Asia U-23
“Selain senang olahraga, saat itu saya berpikir bisa ke luar negeri asyik ya. Juga akan ada rasa kepuasan saat meliput olahraga,” katanya.
Cita-cita tersebut pun menjadi kenyataan setelah Israr terjun ke dunia jurnalistik. Pria kelahiran 1 Januari 1979 ini mendapat kesempatan meliput gelaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Israr menyaksikan langsung budaya masyarakat Afrika Selatan khususnya di kota Johannesburg dan Durban. “Orang jualan pakai jeruji untuk pengamanan diri. Pagar rumah dialiri listrik,” kata Israr menjelaskan kehidupan masyarakat di negara yang pernah menerapkan sistem politik Apartheid itu.
Saat liputan Piala Dunia 2010 yang dijuarai Spanyol itu, lanjut Israr, ada beberapa kesan yang menarik saat bertemu banyak orang dari berbagai negara dan budaya. Hal itu menambah pengalaman dan memperkaya cerita dalam laporan liputannya.
Sebagai pehobi sepak bola, Israr mengaku punya klub yang diidolakan, yakni Manchester United (MU) yang berlaga di Liga Primer Inggris.
Sedangkan pemain yang menjadi idolanya adalah Ryan Giggs, winger MU yang ikut berjasa membawa klub asal Kota Manchester itu menjadi juara Liga Champions Eropa pada tahun 1998. Israr juga mengidolakan Filipo Inzaghi, pemain AC Milan Italia. "Kedua pesepak bola itu adalah pekerja keras di klubnya masing-masing," katanya.
Selain di Indopos (2003-2004) dan Republika (2008-sekarang), Israr penah meniti karier jurnalistik di Basket Indonesia.com (2004-2007) dan majalah Arena (2007-2008).
Tak hanya melakoni pekerjaan jurnalistik, pria jebolan Universitas Sumatera Utara (USU) ini juga aktif di organisasi. Israr didapuk menjadi wakil ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat sejak awal 2024.

