Filosofi Catur Dharma, Kunci Sukses Astra Selama Hampir Tujuh Dekade
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) telah menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi dan sosial Indonesia selama hampir tujuh dekade. Kesuksesan ini tidak lepas dari filosofi perusahaan yang dikenal sebagai Catur Dharma, empat prinsip dasar yang menjadi pedoman utama Astra dalam menjalankan bisnisnya.
Catur Dharma bukan sekadar slogan, tetapi telah menjadi landasan kokoh yang membantu Astra bertahan dan berkembang, bahkan di tengah krisis besar seperti krisis moneter 1998.
Catur Dharma pertama kali dicetuskan pendiri Astra, William Soeryadjaya. Sampai sekarang, filosofi ini masih menjadi budaya perusahaan (corporate culture) yang diterapkan seluruh karyawan.
Keempat prinsip dalam Catur Dharma yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara, Memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan, Menghargai Individu dan Membina Kerja Sama, serta Senantiasa Mencapai yang Terbaik.
Baca Juga
Filosofi Catur Dharma terbukti menjadi kunci Astra yang secara holding menaungi sekitar 200 perusahaan dengan 235 ribu karyawan di tujuh lini bisninya dalam menghadapi tantangan besar, termasuk saat krisis moneter 1998 melanda. Kala itu, penjualan mobil Toyota yang diproduksi PT Toyota Astra Motor (TAM) anjlok hingga 75%, memaksa perusahaan menghentikan sementara kegiatan produksinya.
Tak hanya itu, struktur kepemilikan saham Astra juga mengalami perubahan signifikan. Namun, semangat Catur Dharma tetap dijunjung tinggi, membimbing manajemen baru dalam mengambil keputusan strategis guna menyelamatkan perusahaan.
Baca Juga
Harga Saham Astra International (ASII) Disebut Makin Menarik Karena Potensi 'Undervalue'
Salah satu strategi utama yang dilakukan Astra adalah diversifikasi produk otomotif, yang kemudian melahirkan dua model kendaraan populer di Indonesia, Toyota Innova dan Daihatsu Xenia. Kedua model ini mendapatkan sambutan positif di pasar karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia dan memiliki harga yang kompetitif.
Keberhasilan ini tak hanya mempercepat pemulihan finansial Astra, tetapi juga semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin industri otomotif nasional. Dominasi Astra di industri otomotif terus berlanjut. Merek-merek di bawah naungan Astra berhasil menguasai 50% lebih pangsa pasar mobil nasional.
Tahun lalu, emiten otomotif yang baru berulang tahun ke-68 pada 20 Februari 2025 itu mencatatkan penjualan mobil sebanyak 482.964 unit atau dengan pangsa pasar 56% dari total 865.723 penjualan nasional secara wholesales (penjualan kepada distributor atau dealer).
Baca Juga
Bahkan, di segmen low cost green car (LCGC) alias mobil ramah lingkungan dengan harga terjangkau, pangsa pasar Astra mencapai 74%, dengan penjualan 131.328 unit.
Khusus pada Januari 2025, perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 4 April 1990 dengan sandi saham ASII ini menorehkan penjualan 34.531 unit dibanding total penjualan mobil di pasar domestik sebanyak 61.849 unit.
Alhasil, perusahan yang didirikan Tjia Kian Long (William Soeryadjaya), Liem Pen Hong, Parulian Nainggolan, Datu Parulas Nainggolan, dan Saut Guru Pamosik Nainggolan pada 20 Februari 1957 itu masih mempertahankan pangsa pasar di angka 56%.
Khusus pada segmen LCGC, penjualan Astra mencapai 9.427 unit dari total penjualan LCGC secara nasional sebanyak 13.782 unit (pangsa pasar 68%).
Penjualan Astra pada 2024 masih didominasi Toyota dan Lexus yang terjual 291.566 unit. Terbesar kedua yaitu Daihatsu dengan 163.032 unit, Isuzu sebanyak 26.379 unit, UD Trucks terjual 1.960 unit, dan Peugeot sebanyak 27 unit.
Dengan penguasaan pangsa pasar sebesar itu, tak mengherankan jika otomotif menjadi tulang punggung Astra hingga kini. Astra saat ini memiliki tujuh lini bisnis, yaitu otomotif, jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, properti, serta alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi. Dari tujuh lini bisnis tersebut, lini otomotif paling diandalkan dengan kontribusi sekitar 32,4% terhadap total laba Astra keseluruhan.
Baca Juga
Kemendes PDT dan Kemenperin Apresiasi Astra karena Dorong UMKM, IKM, dan Bumdes
Maju Bersama Indonesia
Selain fokus pada bisnis, Astra juga mengusung filosofi "Astra Maju Bersama Indonesia" yang menegaskan komitmen perusahaan untuk tumbuh seiring kemajuan bangsa. Filosofi ini diwujudkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berlandaskan butir pertama Catur Dharma (“Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”).
Astra menjalankan berbagai inisiatif berbasis empat pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program unggulannya adalah Kampung Berseri Astra (KBA) dan Desa Sejahtera Astra (DSA), yang bertujuan membantu desa-desa menjadi lebih mandiri dan sejahtera melalui pengembangan pendidikan, akses kesehatan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi lokal.
Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sebelas Maret sekaligus Managing Director Prospect Institute, Miftah Faridl Widhagdha mengatakan, CSR Astra seperti KBA dan DSA memiliki karakteristik yang unik dan keunggulan dibandingkan program lain.
"Kita melihat program CSR yang Astra lakukan itu selalu mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi sehingga ini menjadi ciri khas tersendiri bagi program CSR Astra," kata Miftah saat dihubungi investortrust.id, Jumat (21/2/2024).
Miftah mengakui, program CSR Astra memiliki dampak lebih besar karena sejak awal telah mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam asesmen kelayakannya dan menjadi sesuatu yang masih jarang dilakukan perusahaan lain.
"Kita bisa melihat bahwa inisiatif KBA dan DSA telah berhasil mendorong inisiatif di tingkat lokal untuk dapat dikenal di tingkat nasional,” tutur dia.
Salah satu KBA yang cukup menarik adalah KBA di Wukirsari, Yogja. Desa itu kemudian bisa menjadi desa wisata favorit di Indonesia. “Tentu di tempat lain juga terasa dampaknya, apalagi program KBA dan DSA telah berjalan di lebih dari 1.500 lokasi," jelas dia.
Menurut Miftah, hal ini membuktikan konsistensi Astra dalam menjalankan program CSR berkelanjutan di 1.500 lokasi, jumlah yang jauh melampaui program serupa dari perusahaan lain, seperti perusahaan migas nasional yang baru menjangkau 300–400 lokasi.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Astra memiliki sistem yang terstruktur dan dapat menjadi contoh bagi perusahaan nasional lain, terutama yang memiliki banyak unit operasi di berbagai daerah, untuk mengadopsi program unggulan yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Keberhasilan program CSR Astra juga diakui secara internasional. Pada Januari 2025, program Lima Desa Sejahtera Astra meraih penghargaan di ajang ASEAN Tourism Awards 2025 di Malaysia.
Chief of Corporate Affairs Astra, Riza Deliansyah, menegaskan, penghargaan ini merupakan bukti nyata kerja keras komunitas desa dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak.
"Kami berharap pencapaian ini dapat mendorong masyarakat desa untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya tarik wisata, baik di tingkat nasional maupun Asia," harapnya, beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Tak cuma melalui program berbasis komunitas, Astra juga berkontribusi dalam pemberdayaan generasi muda melalui SATU Indonesia Awards, yang telah berjalan sejak 2010. Program ini bertujuan mengapresiasi pemuda-pemudi Indonesia yang berkontribusi di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.
Hingga 2023, jumlah pendaftar SATU Indonesia Awards mencapai hampir 15.000 orang, mencerminkan antusiasme generasi muda dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat. Para penerima penghargaan tidak hanya mendapatkan apresiasi, tetapi juga dukungan untuk mengembangkan inisiatif mereka agar memberikan dampak yang lebih luas.
Perjalanan Astra selama hampir 70 tahun membuktikan bahwa filosofi perusahaan yang kuat mampu menjadi landasan kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan komitmen untuk selalu bermanfaat bagi bangsa, Astra tidak hanya berhasil melewati masa-masa sulit, tetapi juga terus berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.
Melalui berbagai inisiatif CSR dan program pemberdayaan, Astra menunjukkan bahwa bisnis yang dijalankan tidak hanya menguntungkan perusahaan. Bisnis Astra pun membawa dampak positif bagi masyarakat dan negara. (C-13)

