Kecerdasan untuk Meraih Sukses di Dunia yang Terus Berubah
Oleh Primus Dorimulu,
chief executive officer PT Investortrust Indonesia Sejahtera
INVESTORTRUST.ID - Kita berada di era digital dan era artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Banyak pekerjaan manusia yang sudah diambil alih oleh AI.
Pakar pendidikan menyarankan agar anak didik di sekolah tak dijejali oleh pelajaran teknis saja, tapi lebih menekankan “5C”, yakni:
1. Critical thinking atau kemampuan berpikir kritis. Manusia harus bisa membedakan mana benar dan salah, baik dan buruk, pantas dan tidak pantas. Di tengah hoaks yang datang bagaikan air bah, manusia harus memiliki kemampuan berpikir kritis.
2. Creativity atau kreativitas.
3. Communication skills atau keterampilan berkomunikasi.
4. Collaboration atau kolaborasi (kerja sama).
5. Character building atau pembentukan karakter: memiliki integritas (kejujuran, transparansi, tanggung jawab, kesabaran, respek terjadap sesama, patuh terhadap aturan, loyalitas, dan solidaritas), sıkap hidup yang baik,emosi yang stabil, dan kemauan yang kuat.
Baca Juga
Pemanfaatan Kian Masif, Indonesia Dinilai Butuh Undang-Undang Artificial Intelligence
Kelima hal ini tidak bisa digantikan AI. Tamatan sekolah tetap bisa mendapatkan pekerjaan. Sebaliknya, banyak jenis pekerjaan membutuhkan pekerja dengan kualifikasi5C itu.
| Buku "Five Minds for the Future" oleh Profesor Howard Gardner, ahli psikologi dan pendidikan dari Universitas Harvard. Ia juga terkenal dengan bukunya tentang "The Multiple Intelligences". Foto: Amazon. |
"Untuk sukses mengarungi masa depan yang kian kompleks, kita tak cukup hanya memiliki satu jenis kecerdasan. Karena itu, mulai dari sekarang, setiap orang harus mengembangkan semua jenis kecerdasan itu," kataProf Howard Gardner.
Berikut lima kecerdasan yang disebutkan Gardnerdalam buku “Five Minds for Futures”.
I. The Disciplined Mind
Menguasai bidang ilmu dan keterampilan tertentu yang diraih lewat pendidikan formal dan informal.Ada yang menguasai ilmu sejarah, bahasa, matematika, pertanian, keuangan,teknologi permesinan, konstruksi, politik, hukum, pemerintahan, komunikasi,musik, dan sebagainya. Bidang ilmu semakin spesifik.
Dokter, guru, jurnalis, insinyur, akuntan, pengacara, danpilotadalah contoh profesi yang membutuhkan pendidikan dan latihan. Begitu pula pekerjaan yang keterampilan, seperti penyanyi, tukang rias, tukang cukur, sopir, tukang kayu, tukang batu, tukang masak, sopir,dan sejenisnya.
Baca Juga
Microsoft Investasi Rp 27,65 Triliun, Mau Kembangkan Talenta Digital AI di Indonesia
Setiap orang harus terus belajar mengasah dan mengembangkan kemampuan sepanjang hayatnya. Setiap orang minimal harus memiliki satu keahlian,agar bisa hidup normal dan meraih sukses.
Tanpa menguasai keahlian tertentu, seseorang sulit mendapatkan pekerjaan dan membangun usaha mandiri. Untuk menguasai satu bidang profesi tertentu, sedikitnya dibutuhkan waktu 10 tahun atau 10.000 jam.
II. The Synthesising Mind
Kecerdasanuntuk mengintegrasikan pemikiran dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian. Kecerdasan membuat sintesis ini adalah kecerdasan dalam menyerap bermacam-macaminformasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan mengolahnya dengan baik, agar bisa mengambil keputusan dengan tepat.Kombinasi dari berbagai informasi memampukan seseorang memiliki pemahanan yang dalam dan lengkap tentang suatu masalah.
Kecerdasan membuat sintesis membantu seseorang mampu menangkap big picture atau gambaran umum suatu masalah. Orang mampu melihat hutan, bukan sekadar mengetahui pohon.Dengan kecerdasan ini, seseroang mampu melihat substansi masalah dengan benar dan bisa mengambil keputusan dengan bijak.
Tanpa kecerdasan ini, seseorang boleh saja dibanjiri informasi, tapitidak mampu mengambil keputusan bijak.
III. The Creating Mind
Kecerdasan untuk menyingkap sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui, mengklarifikasi berbagai masalah, terutama persoalan baru yang ditemui, dan berusaha menemukan jawaban dari setiap fenomena. Seorang kreatif selalu melihat suatu masalah dari sisi lain, mengajukan pertanyaan berbeda, dan mencari solusi berbeda.Mereka selalu mengembangkan cara yang berbeda untuk mengatasi masalah. "Think out of the box".
Kemampuan berpikir kreatif jauh melebihi pengetahuan, keterampilan, dan informasi yang dimiliki seseorang. Manusia yang tidak memiliki kreativitas akan digantikan oleh komputer dan tercampak dari persaingan.
IV. The Respectful Mind
Kemampuan untuk merespons dengan simpatik dan konstruktif terhadapsesama, baik dengan orang segrup maupun dengan kalangan lain. Mereka memiliki kecerdasanuntuk hidup bersama orang lain dengan damai, menerima perbedaan,penuh pengertian, dan memperlakukan setiap orang dengan penuh hormat.
Orang yang tidak punya respek akan menjadi racun bagi sesama di mana mereka berada, di rumah, di tempat kerja, dan di berbagai pertemuan.
V. The Ethical Mind
Adalah kecerdasan dalam mengimplementasikan nilai moral dan berbagai aturan dengan penuh tanggung jawab. Mereka penuh tanggung jawab bertindak sesuai perannya, baik sebagai kepala atau anggota keluarga, pekerja atau pemimpin di perusahaan, warga negara atau pemimpin publik.
Ini adalah kecerdasan tertinggi manusia. Keterpelajaran seseorang diukur oleh ethical mind ini.
Implementasi nilai etika membuat seseorang menjadi terhormat. Hanya dengan mengimplemetasi nilai etika,keluarga menjadi terhormat, perusahaan menjadi terhormat, kitamenjadi bangsa bermartabat, dan dunia akan menjadi damai dan indah.
Tanpa nilai etika, orang akan menjadi perusak. Tanpa moral, orang yang cerdas secara intelektual dan kreatif hanya akan menjadi penghancur bagi sesama.
Kelima kecerdasan ini hanya bisa diperoleh lewat pendidikan, baik formal, nonformal, dan informal.Belajar sepanjang hayat.
Ada orang yang memiliki kekuatan di satu atau lebih jenis kecerdasan.Tapi, sebaiknya, setiap orang mengembangkan kelima kecerdasan ini. Untuk menjadi manusia sukses, orang harus memiliki lima kecerdasan ini dengan seimbang. Tanpa memiliki lima kecerdasan ini, seseorang sulit meraih sükses.
Selamat Hari Pendidikan Nasional!
Rongga Langit Cibubur, 2 Mei 2024

