Di Tengah Kondisi yang Terus Berubah, Perbankan Syariah Disebut Sukses Bertransformasi
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu perusahaan konsultan manajemen Kearney mengeluarkan studi yang mengungkapkan, perbankan syariah nasional tengah memetik buah dari pertumbuhan dan transformasi. Hal itu terjadi setelah berhasil merespon tren global, reformasi regulasi dan inovasi digital.
Presiden Direktur dan Partner Kearney Indonesia Shirley Santoso mengatakan, bank-bank syariah telah sukses melakukan perubahan dan inovasi di lingkungan pasar yang terus berubah.
“Dengan beradaptasi secara strategis terhadap reformasi regulasi, mengeksplorasi spesialisasi dan memprioritaskan kebutuhan nasabah, bank-bank syariah siap memimpin transformasi di sektor perbankan Indonesia,” katanya, dalam keterangan resmi, Senin (3/6/2024).
Baca Juga
Intip Jurus Bank Mega Syariah Jaga Likuiditas di Era Suku Bunga Tinggi
Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, lanjut Shirley, Indonesia memiliki peluang besar untuk ekspansi perbankan syariah. Apalagi layanan perbankan syariah saat ini hanya memiliki penetrasi sekitar 7%.
“Merger dan reformasi regulasi baru-baru ini membentuk kembali kondisi industri perbankan syariah, mendorong para pemimpin untuk mengevaluasi kembali strategi mereka,” ujarnya.
Baca Juga
OJK Rilis Peraturan Terbaru Guna Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Terhadap BPR dan BPR Syariah
Sementara itu untuk mempertahankan daya saingnya, Manager Kearney Marini Nur Izzah menjelaskan, bank syariah harus terus memprioritaskan inovasi, proposisi nilai dan transformasi digital.
Penting juga menurutnya bagi bank syariah untuk menggarap segmen khusus seperti wealth and investment ataupun business banking. Upaya ini tidak lain untuk menarik lebih banyak nasabah dengan menawarkan layanan yang kompetitif, sehingga tidak hanya bergantung pada bank induknya untuk pendanaan.
“Dengan merangkul perubahan-perubahan ini, membina kolaborasi dan meningkatkan sinergi, kita dapat melewati masa transformasi ini dan tampil lebih kuat, lebih tangguh dan siap melayani para pemangku kepentingan,” ungkap Marini.

