Utilisasi Internet Kegiatan Produktif di Indonesia Masih Rendah
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Ruang Waktu Knowledge-Hub for Sustainable (Urban) Development, Wicaksono Sarosa memaparkan, berdasarkan laporan BPS, 66,48% penduduk Indonesia telah memiliki akses internet. Namun, utilisasi internet masyarakat untuk kegiatan produktif ternyata sangat rendah.
Utilisasi internet terbanyak, yakni lebih dari 60% digunakan untuk mencari berita, berselancar di media sosial, dan hiburan. Sementara utilisasi untuk kegiatan produktif seperti penjualan barang atau jasa, bekerja online, dan pembuatan konten digital masih kurang dari 5%.
“Ini menunjukkan bahwa kita masih belum sepenuhnya memanfaatkan kemajuan teknologi itu untuk hal-hal yang sangat produktif,” kata Wicaksono dalam acara Sosialisasi Nasional Permen PUPR No 10 Tahun 2023 tentang Bangunan Gedung Cerdas, Rabu (24/1/2024).
Baca Juga
Tidak hanya itu, Wicaksono juga menyebut tingkat literasi digital masyarakat masih rendah, meski angka penetrasi internet di Indonesia sudah cukup tinggi. Menurutnya, ini menjadi tantangan dalam membangun kota cerdas (smart city).
“Dalam laporan inklusi digital Roland Berger, Indonesia menempati peringkat ke-7 dari 10 negara ASEAN. Skor penilaian literasi digital Indonesia hanya 67 poin, jauh dari Singapura yang menduduki peringkat pertama dengan 84 poin,” jelas Wicaksono.
Sementara itu pada tahun 2022, indeks literasi digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan Indonesia berada di level 3,54 poin dari skala 1-5. Padahal, Wicaksono menilai aspek manusia adalah elemen terpenting dalam smart city.
“Manusia dan teknologi saling mempengaruhi satu sama lain. Sehingga peran masyarakat dalam smart city harus menjadi fondasi,” ujar dia.

