Tidak Punya Kompetisi, Bagaimana Satoru Mochizuki Membangun Garuda Pertiwi?
JAKARTA, investortrust.id – Pelatih Garuda Pertiwi Satoru Mochizuki langsung dihadapkan segudang masalah setelah dipastikan melatih untuk dua tahun ke depan. Pelatih asal Jepang untuk harus memilih pemain Timna Putri Indonesia, meski tidak punya kompetisi. Bagaimana caranya?
Sepak bola putri di Indonesia adalah anak tiri. PSSI sempat memiliki beberapa kompetisi sepak bola putri. Yang terakhir Liga 1 Putri 2019. Liga 1 Putri adalah kompetisi resmi sepak bola putri besutan PSSI yang digelar pararel dengan kompetisi putra.
Tapi, sejak Covid-19 melanda, Liga 1 Putri dihentikan. Bukan hanya vakum, hingga 2024 kompetisi sepak bola untuk pemain-pemain putri hilang tak berbekas. Yang ada hanyalah turnamen-turnamen dan festival-festival sepak bola putri yang tidak terkoordinasi dan sporadis di sejumlah kota.
Baca Juga
Inter Milan Diramal 99,6% Raih Scudetto, Simone Inzaghi Beri Jawaban Bijak
Tidak adanya kompetisi sepak bola putri menjadi tantangan tersendiri untuk Satoru Mochizuki. Sebagai pelatih Garuda Pertiwi yang baru, dia harus segera mengumpulkan pemain untuk membentuk tim nasional putri yang tangguh.
Selain memanggil pemain-pemain yang selama ini sudah tercatat sebagai personel Garuda Pertiwi, apa yang selanjutnya akan dikerjakan Satoru Mochizuki? Dia mengaku ada dua langkah yang akan dikerjakan dalam waktu dekat.
“Saya ingin melakukan scouting pemain-pemain putri Indonesia yang potensial. Setelah scouting, saya ingin menggelar TC untuk mengecek kekuatan mereka,” ujar Satoru Mochizuki.
Dalam database PSSI, Indonesia punya sejumlah pemain putri berbakat yang sudah membela Garuda Pertiwi sejak lama. Sebut saja Sheva Imut, Claudia Scheunemann, Safira Ika Putri, hingga Fani Supriyanto. Ada juga Zahra Musdalifah yang kini main di Cerezo Osdaka Ladies, tapi lama tidak dipanggil timnas.
“Jadi, saya berencana untuk pergi juga ke beberapa kota di Indonesia ke depannya,” pungkas Satoru Mochizuki.
Baca Juga
Persaingan Ketat, Pemain Timnas U-16 Indonesia Saling Sikut Demi Merah-Putih

