Garuda Pertiwi Jadi Lumbung Gol di Piala Asia Putri U-17, Satoru Mochizuki Beri Penjelasan
GIANYAR, investortrust.id – Pelatih Garuda Pertiwi Satoru Mochizuki memberikan penjelasan soal kekalahan Timnas Putri U-17 Indonesia selama Piala Asia Putri U-17 2024. Garuda Pertiwi selalu kalah dan jadi lumbung gol.
Timnas Putri U-17 Indonesia mengkhiri turnamen dengan kekalahan 0-9 dari Korea Utara di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Minggu (12/5/2025). Ini menjadi kekalahan ketiga Garuda Pertiwi selama bermain di Grup A Piala Asia Putri U-17.
Bukan hanya kekalahan ketiga, Timnas Putri U-17 Indonesia juga mencatatkan hasil terburuk. Dari tiga pertarungan, Claudia Scheunemann dkk hanya mampu memproduki satu gol dan menderita 27 gol alias -26.
Baca Juga
Erick Thohir Bidik Target Jangka Panjang Sepak Bola Putri Indonesia
Atas hasil itu, Satoru Mochizuki menilai saat ini Garuda Pertiwi masih berbeda tingkat dengan tim peserta lainnya. “Perbedaan level permainan kita terasa sekali. Ada kekurangan di dasar sepak bola seperti umpan, kontrol bola, dan tendangan. Kami merasa perlu dilatih dan diasah kembali,” ujar Satoru Mochizuki, dikutip Antara.
“Yang penting, kita tidak terpuruk terus berlarut dalam kekalahan ini. Tapi, pada akhirnya bisa bangkit. Harapannya jauh lebih baik. Semua ini harus terus dilanjutkan setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun, dan terus-menerus harus dilanjutkan,” tambah Satoru Mochizuki.
Satoru Mochizuki juga menyebut, ini hanya awal dari perjalanan panjang sepak bola putri Indonesia. “Ini jadi awal, harapannya mereka tetap semangat dan terus berusaha lebih keras lagi,” ucap Satoru Mochizuki.
Setelah turnamen ini, Satoru Mochizuki mempunyai pekerjaan besar untuk mempersiapkan tim nasional senior putri Indonesia yang akan menjalani FIFA Matchday. “Saya ingin lihat kemampuan tim ini, seperti apa menghadapi panggung internasional yang saya ingin ketahui,” ujar Satoru Mochizuki.
“Saya juga menganalisis pertandingan di grup lain. Australia, kemudian China. Lalu, ada Jepang juga jadi perbandingan. Levelnya bisa ketahuan sampai di mana. Harapannya ada gambaran peta kekuatan negara lain jadi harapannya harapannya ke depan ya bisa lebih baik,” pungkas Satoru Mochizuki.
Baca Juga
Dikalahkan Tottenham Hotspur, Burnley Degradasi ke Divisi Championship

