Profil Satoru Mochizuki, Pelatih Garuda Pertiwi Eks Asisten Juara Piala Dunia Putri 2011
JAKARTA, investortrust.id – PSSI resmi menunjuk Satoru Mochizuki sebagai pelatih Garuda Pertiwi. Nakhoda asal Jepang itu mendapat beban berat untuk menghadirkan prestasi di sepak bola putri Indonesia.
Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI secara resmi telah menandatangani kontrak dengan Satoru Mochizuki. Mantan pemain Urawa Red Diamonds dan Kyoto Sanga itu dikontrak dua tahun. Dia harus memimpin Zahra Musdalifah dkk sekaligus mengembangkan sepak bola putri Indonesia.
Satoru Mochizuki datang dengan segudang keyakinan. Pasalnya, dia bukan pelatih sembarang. Arsitek kelahiran Otsu, 18 Mei 1964, itu punya reputasi yang baik di sepak bola Jepang. Siapa dia?
Satoru Mochizuki memulai karier sebagai pemain. Setelah lulus dari Osaka University of Commerce, dia bergabung dengan Nippon Kokan (NKK SC) pada 1987. Klub ini menjadi runner-up Japan Soccer League (JSL) 1987/1988 dan juara di Piala JSL 1987.
Baca Juga
Bukan Hanya Melatih Garuda Pertiwi, Satoru Mochizuki Punya Tugas Ganda
Pada 1992, Satoru Mochizuki pindah ke klub J1 League Urawa Red Diamonds. Lalu, pada 1995, dia bergabung dengan Kyoto Purple Sanga. Pada 1995, klub ini menjadi runner-up J2 League dan promosi ke J1 League. Tapi, setahun berselang, Satoru Mochizuki pensiun sebagai pemain profesional.
Selama aktif bermain, Satoru Mochizuki punya tujuh caps untuk Samurai Biru. Debutnya terjadi pada 27 Januari 1988 melawan Uni Emirat Arab. Dia juga bermain di kualifikasi Piala Dunia 1990. Dia memainkan tujuh pertandingan untuk Jepang selama setahun.
Setelah gantung Sepatu, Satoru Mochizuki beralih profesi menjadi pelatih. Dia memulainya dari Kyoto Purple Sanga pada 1998. Lalu, Vissel Kobe (2000-2001), Jepang U-16 (2005), Urawa Red Diamonds U-20 (2006-2007), Biwako Seikei Sport College (2008-2009), Asisten Jepang Putri (2008-2012), dan Jepang Putri Universiade (2015-2019).
Pencapaian terbaik Satoru Mochizuki adalah saat menjadi asisten pelatih Jepang Putri pada 2008-2012. Saat itu, dia membantu Norio Sasaki menghadirkan kejayaan di level dunia.
Selama sekitar empat tahun, Nadeshiko Japan dibantu meraih banyak piala. Sebut saja juara EAFF Women's Football Championship (2008, 2010), medali emas Asian Games (2010), medali perak Olimpiade 2008, dan juara Piala Dunia Putri 2011.
Sebagai asisten pelatih, Satoru Mochizuki memberi Norio Sasaki banyak sekali masukan positif terkait taktik dan strategi. Saat Piala Dunia Putri 2011 misalnya, Homare Sawa dkk ketika itu mengalahkan Amerika Serikat di final lewat drama adu penalti 3-1 (2-2). Jepang juga mengalahkan Jerman dan Swedia di fase knock-out.
Baca Juga
Tunjuk Pelatih Jepang Tangani Garuda Pertiwi, Erick Thohir Yakin Sepak Bola Putri Bangkit

