Mengenal Reiki, Terapi Penyembuhan Energi dari Jepang untuk Redakan Stres
JAKARTA, investortrust.id - Reiki, sebagai teknik penyembuhan spiritual asal Jepang, semakin mendapat perhatian sebagai terapi pelengkap bersama pengobatan konvensional. Metode ini bertujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan emosional, spiritual, dan fisik dengan menyalurkan energi ke seluruh tubuh melalui gerakan tangan.
Reiki bukanlah sekadar 'terapi sesaat'. Sejarah Reiki dimulai ribuan tahun lalu, mencapai puncak popularitas pada awal abad ke-20 ketika Mikao Usui menciptakan Sistem Penyembuhan Alami Usui (Usui System of Natural Healing) yang sekarang menjadi gaya utama yang dipraktikkan di seluruh dunia.
Baca Juga
Berakar dari kata 'rei' yang berarti "kehidupan universal" dan 'ki' yang berarti "energi" dalam bahasa Jepang, Reiki memiliki keyakinan bahwa setiap makhluk hidup memiliki energi kehidupan yang dapat dipandu untuk memicu proses penyembuhan.
Meskipun terdapat kaitan spiritual Reiki dengan Buddhisme Shingon dan Tendai, namun Reiki bukanlah praktik keagamaan, sehingga mendukung praktisi dan klien dari latar belakang agama yang berbeda. Praktisi Reiki memandu pergerakan energi, yang disebut sebagai "energi kehidupan yang dibimbing secara spiritual," melalui sentuhan ringan atau gerakan tangan ke berbagai bagian tubuh.
Menurut nccih.nih.gov, belum ada dukungan ilmiah yang pasti mengenai kemnjuran Reiki untuk menyembuhkan kondisi kesehatan tertentu. Namun, hasil studi menunjukkan bahwa sesi Reiki mampu menginduksi relaksasi, yang mungkin mengurangi rasa sakit, stres, depresi, dan kecemasan.
Teknik ini diduga dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yang menghasilkan respons relaksasi seperti penurunan denyut jantung dan tekanan darah. Saat menjalani sesi Reiki, yang berlangsung selama 45-90 menit, peserta tetap berpakaian dan berbaring di atas meja pijat.
Baca Juga
Wajib Paham! Ini 10 Cara Merawat Kesehatan dan Kecantikan Kuku
Praktisi Reiki mengarahkan aliran energi dengan menempatkan tangan di atas atau di atas area tubuh tertentu yang seringkali berkaitan dengan pusat energi tubuh, yang dikenal sebagai chakra. Selama sesi, peserta mungkin merasakan sensasi panas, dingin, kesemutan, atau bahkan tidak merasakan apa-apa.
Praktisi Reiki sering fokus pada area tertentu untuk jangka waktu singkat, dengan tujuan untuk menyeimbangkan atau membersihkan blokade energi. Meskipun pengalaman individu saat sesi bisa bervariasi, disarankan untuk tetap terhidrasi dengan minum air sebelum dan sesudah sesi.
Meskipun begitu beberapa penelitian mengatakan manfaat Reiki yang tak lebih dari efek placebo.

