CHEPS FKM UI: BPJS Kesehatan Bisa Hemat Rp 1,7 T/Tahun Jika Geser Terapi Insulin ke Faskes Tingkat I
JAKARTA, investortrust.id – Lead Researcher Center for Health Economics and Policy Studies Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (CHEPS FKM UI), Budi Hidayat menyatakan beban penanganan diabetes pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat dihemat hingga 14%. Nilainya setara Rp1,7 triliun per tahun.
Potensi penghematan dapat dicapai jika terapi insulin mulai dialihkan dari Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer (FKTP).
“Penelitian ini mencakup sistematik review, retrospective cohort, dan modelling untuk mendapatkan estimasi dampak shifting terapi insulin yang diberikan di FKTP (berbasis pada rekomendasi PNPK) versus insulin yang diberikan di FKRTL (model existing) menggunakan perspektif payer,” ungkap Budi di Harris Hotel Tebet, Jakarta, Senin (18/12/2023).
Baca Juga
Kerja Sama Kemenkes dan BPJS Kesehatan untuk Perbaiki Fasilitas Kesehatan
Dia menjelaskan, net benefit shifting di FKTP sebesar Rp21 triliun sampai dengan Rp22 triliun, dimana rata-rata per tahunnya bisa Rp1,7 triliun atau hemat 14% dari praktik pemberian insulin di FKRTL.
“Praktik pemberian insulin saat ini di FKRTL berkisar antara Rp151,6 triliun untuk basal insulin dan Rp160 triliun untuk co-formulation insulin, sedangkan terapi insulin di FKTP berkisar diantara Rp130,4 triliun untuk basal (insulin) dan Rp138 triliun untuk co-formulation insulin,” jelas Budi.
Budi menambahkan, peralihan terapi insulin ke FKTP tidak hanya berdampak pada penghematan biaya medis, namun juga memberikan manfaat lain terhadap sistem pelayanan kesehatan.
“Jadi, bukan hanya penghematan biaya (medis), tetapi juga ada perbaikan outcome kesehatan pasien (gula darah terkontrol, penurunan angka komplikasi, kualitas hidup yang lebih baik, dan waktu tunggu yang lebih singkat di FKTP [kemudahan akses]). Lalu, ada juga perbaikan sistem pelayanan kesehatan, khususnya di sub-pembiayaan kesehatan. Artinya, proporsi biaya kesehatan di FKTP menjadi lebih berimbang,” imbuhnya. (CR-3)
Baca Juga
Dipicu BPJS Kesehatan, Kalbe Farma (KLBF) Memasuki Tantangan Berat

