Kehilangan Cuan dari Investor! Dampak Negatif Jika Everton Dinyatakan Melanggar FFP
JAKARTA, investortrust.id – Akan ada dampak berantai jika Everton dinyatakan bersalah melanggar Financial Fair Play (FFP). Selain hukuman pengurangan poin di Liga Premier Inggris, The Toffees juga terancam kehilangan uang dari investor potensialnya asal Amerika Serikat 777 Partners.
Everton diduga melanggar aturan FFP karena mengalami kerugian 371,8 juta Poundsterling (Rp 7,1 triliun) dalam tiga tahun terakhir. Jumlah itu melebihi batas yang diizinkan otoritas Liga Premier sebesar 105 juta Poundsterling (Rp 2 triliun).
Komite independen sedang mengusut dugaan pelanggaran FFP yang dilakukan Everton. Jika terbukti bersalah, mereka terancam sanksi pengurangan 12 poin. Artinya, Everton bakal mendekam di dasar klasemen karena saat ini baru mengoleksi tujuh poin dari sembilang pertandingan.
Tidak hanya itu, Everton juga terancam kehilangan cuan. Pasalnya, calon pemilik baru Everton, 777 Partners, meminta potongan harga jika dinyatakan bersalah melanggar FFP.
Baca Juga
Siapa 777 Partners? Calon Investor Everton yang Ditolak Owner Klub Liga Premier Inggris
Pasalnya, perusahaan investasi Amerika Serikat yang dipimpin pengusaha Josh Wander itu baru saja menyetujui kesepakatan senilai 500 juta Poundsterling (Rp 9,6 triliun) untuk mengakuisisi 94,1 persen saham Farhad Moshiri.
Namun, kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan dari Liga Premier dan Otoritas Perilaku Keuangan (FCA), dan kekhawatiran muncul mengenai sumber pendanaan 777 Partners.
Di sisi lain, kasus Everton atas dugaan pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan saat ini sedang disidangkan oleh Komisi Independen setelah mereka membukukan kerugian finansial yang sangat besar sebesar 371,8 juta Poundsterling (Rp 7,1 triliun) selama periode tiga tahun. Jumlah ini lebih tinggi di atas batas yang diizinkan oleh pedoman Liga Premier.
Mail Sport telah melaporkan bagaimana liga papan atas mendorong pengurangan poin dalam jumlah besar (12 poin), jika mereka terbukti bersalah. Itu berarti tim asuhan Sean Dyche hampir dipastikan terdegradasi dengan poin minus.
Sementara menurut The Times, perusahaan investasi Amerika tersebut memiliki rencana darurat jika poin klub dikurangi dan juga jika mereka terdegradasi sebagai akibatnya. Semua potensi dampak dari kasus ini telah diperhitungkan dalam kesepakatan dengan Farhad Moshiri, bulan lalu.
Laporan menyatakan 777 Partners tidak akan membayar 500 juta Poundsterling (Rp 9,6 triliun) sesuai kesepakatan. Tapi, aka nada pengurangan yang kabarnya mencapai 20-30 persen. Bahkan, bisa lebih.
Baca Juga
Pemain Liverpool Harvey Elliott Ingatkan Pentingnya Derby Merseyside Lawan Everton

