Usia 30 Tahun Jadi Momentum Penting Cegah Osteoporosis, Dokter Ungkap Tipsnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pencegahan osteoporosis perlu dilakukan sejak usia muda, terutama mulai memasuki usia 30 tahun. Pasalnya, pada usia tersebut manusia umumnya telah mencapai puncak massa tulang atau peak bone mass, sebelum kepadatannya berangsur menurun seiring bertambahnya usia.
Dokter Spesialis Ortopedi dan Konsultan Cedera Olahraga Henry Suhendra mengatakan, pembentukan massa tulang perlu dioptimalkan sejak usia belasan tahun hingga mencapai puncaknya pada awal usia 30-an.
"Jadi puncak masa tulang pada manusia itu rata-rata dicapai awal 30-an. Habis itu puncaknya sudah lewat, nanti turun," ujar Hendry dalam sesi wawancara bersama awak media pada acara Timeless Music to Timeless Movement! Celebrating Osteoporosis Day yang digelar Siloam Hospitals Mampang, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Menurut Henry, upaya meningkatkan massa tulang perlu dilakukan melalui aktivitas fisik, terutama olahraga yang melibatkan latihan beban. Dengan demikian, seseorang dapat memiliki cadangan massa tulang yang lebih baik sebelum memasuki fase penurunan kepadatan tulang.
Dia menjelaskan, semakin tinggi massa tulang yang berhasil dicapai pada usia muda, semakin baik kondisi tulang seseorang ketika memasuki usia 50 hingga 60 tahun.
Baca Juga
Lakukan Aktivitas Fisik Sederhana Ini untuk Cegah Osteoporosis
Hendry menegaskan, olahraga tidak cukup dilakukan sesekali, melainkan harus menjadi kebiasaan yang dijalankan secara konsisten. Latihan fisik juga perlu mencakup latihan kardio dan latihan beban untuk menjaga kebugaran jantung sekaligus kekuatan otot dan tulang.
"Sejak umur 30 lu mesti latihan. Karena itu banyak sekali orang yang sakit. Banyak juga yang tahu teorinya, tapi tidak melakukan," katanya.
Dia juga mengingatkan bahwa latihan beban sebaiknya dilakukan untuk melatih seluruh bagian tubuh, mulai dari otot kaki, bahu, dada, punggung, hingga otot inti atau core. Keseimbangan latihan otot bagian depan dan belakang tubuh juga perlu diperhatikan.
Menurut Hendry, tekanan yang diberikan melalui latihan fisik dapat merangsang tulang untuk mempertahankan kekuatannya. Hal tersebut berkaitan dengan Hukum Wolff, yakni tulang beradaptasi terhadap beban atau tekanan mekanis yang diterimanya.
Selain olahraga, Hendry menekankan pentingnya menjaga pola makan dengan mencukupi kebutuhan protein. Pasalnya, protein merupakan salah satu komponen penting dalam pembentukan dan pemeliharaan jaringan tubuh, termasuk otot yang berperan menopang tulang.
Dia juga menganjurkan masyarakat menghindari konsumsi makanan olahan secara berlebihan, mencukupi waktu tidur selama 7-8 jam pada malam hari, serta mengelola stres.
"Karena itu banyak sekali orang yang sakit. Karena banyak juga yang tahu, sudah tahu teorinya tapi tidak dilakukan. Sudah tahu di depannya ada jurang, enggak dilakukan," terang Henry.
