Essenza Gandeng MILLE997, Bidik Pasar Keramik dengan Nilai Tambah Tinggi
JAKARTA, investortrust.id – PT Internusa Keramik Alamasri (INKA), produsen keramik Essenza dan anak perusahaan PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI), menjalin kerja sama dengan Digital Design Srl asal Italia untuk memperkuat desain produk dan mengembangkan Essenza sebagai merek permukaan arsitektural.
Kolaborasi tersebut melibatkan MILLE997, merek desain interior asal Italia yang berpengalaman mengembangkan berbagai proyek dengan memadukan material dan teknologi. Kemitraan ini diarahkan untuk memperkaya karakter desain Essenza sekaligus memperluas peran keramik dari sekadar ubin lantai menjadi bagian integral dari desain arsitektur dan interior.
Kerja sama ini mempertemukan reputasi Essenza dalam kualitas dan desain yang tak lekang oleh waktu dengan keahlian MILLE997 dalam mengembangkan desain untuk hotel, merek fesyen, dan berbagai proyek interior. Adapun portofolio MILLE997 mencakup Hotel Negresco di Forte dei Marmi, Hotel Acadia, dan Hotel Lamtana.
Baca Juga
Direktur Utama Intikeramik Alamasri (IKAI) Desra Firza Ghazfan mengatakan, industri keramik berpeluang untuk berkembang melampaui produk ubin konvensional menuju material yang berperan lebih besar dalam arsitektur.
“Peluang berikutnya bagi industri keramik bukan sekadar ubin yang lebih besar, melainkan peran yang lebih besar dalam arsitektur,” ujar Desra saat ditemui dalam peluncuran Terra Collection pada pameran Build Better 2026 di The Hall Senayan City, Jakarta, akhir pekan lalu.
Arah pengembangan Essenza, menurut dia, tak hanya pergeseran dengan perluasan area pemasangan keramik dari lantai ke dinding. Lebih dari itu, pengembangan permukaan arsitektural mencakup penyatuan warna, tekstur, proporsi, dan material dalam satu konsep desain. Desain menjadi pembeda yang membantu konsumen, arsitek, dan desainer interior menentukan pilihan produk sesuai kebutuhan ruang yang ingin diwujudkan.
Perpaduan Desain Italia
Pendiri MILLE997, Francesco Govi, mengatakan kualitas dan desain Essenza yang tak lekang oleh waktu menjadi dasar yang tepat bagi kolaborasi kedua perusahaan. “Keunggulan Essenza terletak pada kualitas dan desain yang tak lekang oleh waktu. Hal ini menjadi landasan yang tepat untuk berkolaborasi. Kami ingin memadukan keahlian desain Italia dengan identitas Essenza, sehingga hasilnya bukan sekadar motif baru, melainkan koleksi berkarakter khas yang relevan dengan ruang yang ingin diwujudkan oleh penggunanya,” ujar Francesco.
Kolaborasi ini bertujuan menghubungkan pengembangan gagasan kreatif dengan proses produksi agar karakter desain dapat dipertahankan sejak tahap konsep hingga menjadi produk akhir. Keahlian desain Italia akan dipadukan dengan identitas Essenza serta kebutuhan arsitektur Indonesia. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan koleksi yang tidak sekadar mengikuti tren sesaat, tetapi tetap relevan dari waktu ke waktu.
Baca Juga
Intikeramik (IKAI) Masuk Tren Pemulihan, Laba Naik 166% dan Pendapatan Terus Membaik
Sementera itu, Direktur INKA Angelica Lie menegaskan bahwa peningkatan efisiensi pabrik perlu berjalan beriringan dengan pengembangan desain untuk memperkuat daya tarik produk. “Pabrik yang lebih efisien dapat membuat produk yang sudah dikenal menjadi lebih baik. Namun, desainlah yang membuat orang memilihnya. Kami ingin Essenza menjadi pusat kolaborasi kreatif, tempat gagasan konsumen, arsitek, dan desainer interior Indonesia dapat dikembangkan menjadi permukaan yang digunakan dalam proyek nyata,” ujar Angelica.
Kerja sama Essenza dan MILLE997 tidak hanya ditujukan untuk menambah koleksi produk, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan industri keramik dalam negeri dalam menghasilkan permukaan arsitektural dengan nilai tambah lebih tinggi. Melalui pengembangan desain, penerapannya dalam produk, serta kolaborasi dengan para profesional kreatif, Essenza berupaya memperkuat daya saing industri keramik Indonesia melalui kualitas, orisinalitas, dan desain.
Desra mengatakan industri keramik nasional perlu menawarkan lebih dari sekadar kapasitas produksi untuk menghadapi persaingan pasar. “Industri keramik Indonesia harus menawarkan lebih dari sekadar kapasitas produksi. Kita perlu menciptakan produk yang dipilih karena kualitas dan desainnya. Kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat kemampuan tersebut di Indonesia dan mendorong keramik Indonesia bersaing di pasar internasional,” tambah Desra.
