Ruben Amorim Bisa Cetak Sejarah Lawan Juventus, Rekor 68 Tahun AC Milan Menanti
Poin Penting
|
TURIN, investortrust.id – Ruben Amorim hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mencatatkan namanya dalam sejarah AC Milan. Jika mampu membawa I Rossoneri menaklukkan Juventus pada pekan ketiga Serie A 2026/2027, Senin (7/9/2026) dini hari WIB, dia akan menjadi pelatih Milan pertama sejak 1958 yang memenangi tiga pertandingan liga pertamanya secara beruntun.
Duel Juventus vs Milan akan berlangsung di Turin. Pertandingan ini menjadi ujian terbesar Amorim sejak ditunjuk sebagai pelatih Milan, setelah timnya mengawali musim dengan sempurna.
Milan mengoleksi enam poin dari dua pertandingan pertama. Mereka mengalahkan Torino 2-1 pada laga pembuka sebelum kembali meraih kemenangan dengan skor 2-0 atas Venezia di San Siro. Hasil tersebut membuat Milan datang ke markas Juventus dengan modal sempurna.
Baca Juga
Baru Tinggalkan Barcelona, Ferran Torres Langsung Hadapi Mantan di Liga Champions
Namun, kemenangan atas Juventus bukan sekadar soal mempertahankan start positif. Amorim berpeluang menorehkan catatan yang bahkan tidak berhasil dibuat sejumlah pelatih legendaris Milan seperti Arrigo Sacchi, Fabio Capello, dan Carlo Ancelotti.
Sacchi gagal mempertahankan kemenangan pada pertandingan keduanya sebagai pelatih Milan setelah kalah 1-2 dari Fiorentina pada 1987. Fabio Capello sempat memenangi dua laga pertamanya pada 1991, tetapi langkahnya terhenti pada pertandingan ketiga setelah Milan bermain imbang 1-1 melawan Juventus di Turin.
Sementara Ancelotti mengawali periode pertamanya sebagai pelatih Milan pada November 2001 dengan hasil imbang tanpa gol melawan Piacenza.
Dalam sejarah Milan, hanya tiga pelatih yang mampu memenangi tiga pertandingan Serie A pertama mereka bersama klub tersebut. Mario Sperone melakukannya pada 1952, disusul Gipo Viani pada 1956, sebelum Luigi Bonizzoni menjadi yang terakhir pada 1958.
Setelah Bonizzoni, tidak ada lagi pelatih Milan yang mampu mengawali kiprahnya di Serie A dengan tiga kemenangan berturut-turut. Artinya, jika Amorim mengalahkan Juventus, dirinya akan mengakhiri penantian selama 68 tahun sekaligus melewati pencapaian sejumlah nama besar dalam sejarah klub.
Tantangannya tidak mudah. Juventus juga mengawali musim dengan dua kemenangan dan sama-sama mengoleksi enam poin. Pasukan Luciano Spalletti mengalahkan Frosinone pada pertandingan pertama sebelum menundukkan Parma pada pekan kedua.
Karena itu, duel di Juventus Allianz Stadium bukan hanya perebutan tiga poin. Juventus dan Milan sama-sama datang dengan rekor sempurna dan berpeluang mempertahankan posisi di papan atas Serie A.
Baca Juga
Profil Rayo Vallecano, 'Klub Kiri' yang Kini Jadi Pelabuhan Baru Emil Audero
