Ruben Amorim Ungkap Rahasia Kebangkitan AC Milan Kalahkan Torino
Poin Penting
|
MILAN, investortrust.id – Pelatih Ruben Amorim mengungkap pesan yang disampaikan kepada pemain AC Milan saat jeda pertandingan hingga akhirnya mampu mengalahkan Torino 2-1 pada laga pembuka Serie A. Pelatih asal Portugal itu meminta anak asuhnya tidak sekedar bermain aman, tapi meningkatkan agresivitas untuk mencari kemenangan.
AC Milan sempat kesulitan mengembangkan permainan di Stadio Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Setelah menjalani pramusim dengan sejumlah hasil yang mengkhawatirkan, I Rossoneri kembali terlihat belum menemukan ritme terbaik pada pertandingan tersebut.
Perubahan mulai terlihat setelah Amorim memasukkan Adrien Rabiot dan Luka Modric. Rabiot menjadi pemberi assist untuk gol pertama Alphadjo Cisse sebelum gelandang Prancis tersebut ikut mencatatkan namanya di papan skor beberapa menit kemudian.
Baca Juga
Ada Apa dengan Julian Alvarez? Dicemooh Fans Atletico Madrid di Laga La Liga
Torino sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol akrobatik Che Adams pada masa injury time. Namun, gol tersebut datang terlalu terlambat untuk menggagalkan Milan membawa pulang tiga poin.
Amorim sebelumnya sudah mengungkapkan kekagumannya terhadap Cisse. Penyerang berusia 19 tahun itu kemudian membuktikan kemampuannya dengan mencetak gol perdana untuk Milan. "Bukan hanya golnya, tapi juga kualitas yang ditunjukkan Cisse sepanjang pertandingan," ujar Amorim kepada DAZN Italia.
"Pada babak pertama, dia bermain seperti pemain paling berpengalaman di tim kami, terutama dalam cara dia membawa permainan ke depan. Saya pikir kami melihat satu tim selama 75 menit pertama, lalu tim yang berbeda di akhir pertandingan karena kami mengalami masalah secara fisik. Untuk melakukan pressing seperti yang kami inginkan selama 90 menit, kami membutuhkan lebih banyak laga pramusim,” tambah Amorim.
"Kami sedang meningkatkan kemampuan beberapa pemain. Banyak pemain yang baru menjalani pramusim sekarang, tapi kami akan melakukan lebih banyak pekerjaan sepanjang pekan," lanjut Amorim.
Pertandingan berjalan penuh ketegangan sebelum Milan akhirnya memecah kebuntuan. Amorim mengaku sangat menikmati momen tersebut, terlebih karena kini dia berada di posisi berbeda setelah sebelumnya menjadi pendukung Milan.
"Semangat dari gol tersebut adalah semangat seorang pelatih yang telah merayakan begitu banyak gol Milan, dan sekarang saya adalah pelatih Milan. Jadi, saya ingin staf saya juga merasakan semangat itu," kata Amorim.
"Saya pikir kami melihat cara bermain yang lebih mirip dengan apa yang biasa kami lakukan, tapi kami membutuhkan waktu untuk membuat tim ini bermain dengan cara yang berbeda. Namun, pada menit-menit akhir kami bekerja sebagai sebuah tim, berjuang dan bertahan. Kami kelelahan, tapi kami adalah sebuah tim. Itu adalah perasaan yang sangat bagus," tutur Amorim.
Perubahan permainan Milan tidak terlepas dari instruksi Amorim saat jeda. Sang pelatih melihat para pemain terlalu fokus menjaga skor dan menghindari kesalahan, sehingga kehilangan agresivitas ketika memasuki sepertiga akhir lapangan.
"Pada babak pertama, kekhawatiran para pemain saya adalah mengendalikan pertandingan, jangan kalah, jangan kehilangan bola saat transisi, tapi kami kurang agresif di sepertiga akhir. Kami membicarakan hal itu di ruang ganti dan mereka memahami bahwa bukan seperti itu cara memenangkan pertandingan," beber Amorim.
"Ini bukan soal bermain imbang atau menunggu pertandingan berjalan. Kami harus melakukan itu untuk memenangkan pertandingan. Kami meningkatkan tempo jauh lebih banyak dalam 20 menit pertama babak kedua karena sekali lagi saya pikir kami masih kekurangan kondisi fisik saat ini," pungkas Amorim.
Baca Juga
Ketat Hingga Akhir, Liverpool Terhindar dari Kekalahan di Kandang Newcastle United

