FIFA Cabut Sanksi Persib, Tunggakan Gaji Rp3 Miliar ke Mantan Pelatih Telah Lunas
Poin Penting
|
BANDUNG, investortrust.id – Persib Bandung kembali bebas dari sanksi larangan transfer FIFA setelah menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada mantan pelatihnya, Robert Alberts.
Persib sebelumnya masuk dalam daftar FIFA Registration Ban pada Senin (10/8/2026) akibat sengketa dengan Robert Alberts. Namun, hanya berselang dua hari, nama Maung Bandung sudah tidak lagi tercantum dalam daftar klub yang dikenai larangan aktivitas transfer oleh FIFA.
Persoalan tersebut berkaitan dengan hak finansial Robert Alberts yang belum diselesaikan Persib setelah pelatih asal Belanda itu meninggalkan klub pada 2022. Berdasarkan dokumen FIFA, nilai kewajiban yang menjadi sengketa mencapai sekitar Rp3 miliar.
Baca Juga
Ayah Lionel Messi Meninggal, Inter Miami Beri Dukungan Total
Robert Alberts menangani Persib selama tiga tahun sejak 2019 hingga 2022. Dalam perjalanannya bersama Maung Bandung, dia mengklaim memiliki perpanjangan kontrak hingga 2025.
Ketika berpisah pada 2022, masih terdapat sisa masa kontrak yang kemudian menjadi pokok perselisihan. Robert Alberts menuntut pembayaran atas hak yang menurutnya masih belum dituntaskan Persib.
Manajemen Persib kemudian bergerak menyelesaikan kewajiban tersebut setelah FIFA menjatuhkan sanksi. Pembayaran akhirnya dituntaskan sesuai mekanisme yang berlaku sehingga proses sengketa dapat dihentikan.
Dampaknya, FIFA telah mencabut larangan pendaftaran pemain baru yang sebelumnya dijatuhkan. Kepastian pencabutan sanksi itu tertuang dalam surat resmi FIFA tertanggal 11 Agustus 2026 dengan Ref. No. FDD-28859. Dalam surat tersebut, FIFA menyatakan perkara Persib telah ditutup setelah menerima konfirmasi bahwa Robert Alberts sudah menerima pembayaran yang menjadi kewajiban klub. FIFA juga meminta PSSI mencabut larangan serupa di tingkat nasional.
"Alhamdulillah, kami bersyukur proses ini telah diselesaikan dengan baik. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” tulis Persib di situsnya.
"Bagi kami, setiap keputusan regulator harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Ketika terdapat kewajiban yang harus diselesaikan, kami menentukan prioritas dan mengambil langkah yang diperlukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Prinsip ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menjaga profesionalisme dan tata kelola Persib," lanjut Persib.
"Saat ini fokus kami adalah mempersiapkan tim menghadapi musim 2026/2027. Kami ingin seluruh energi dan perhatian klub diarahkan pada persiapan kompetisi, sehingga tim dapat tampil sebaik mungkin dan memberikan prestasi yang membanggakan bagi Bobotoh," tutup Persib.
Baca Juga
Ada Masalah Apa? Memphis Depay dan Corinthians Berpisah dengan Tidak Baik

