Terinspirasi Kasus Folarin Balogun, Inggris Banding Kartu Merah Jarell Quansah
Poin Penting
|
MIAMI, investortrust.id – Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mempertimbangkan langkah untuk memprotes kartu merah yang diterima bek Jarell Quansah saat Inggris mengalahkan Meksiko 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Mereka terinspirasi kasus Folarin Balogun yang kontroversial.
Quansah diusir wasit pada menit ke-54 setelah melakukan tekel tinggi terhadap Jesus Gallardo. Pelanggaran tersebut dikategorikan sebagai serious foul play, sehingga bek Bayer Leverkusen itu terancam hukuman larangan bermain selama dua pertandingan.
FA kini mempelajari seluruh opsi yang tersedia, terlebih setelah FIFA membuat keputusan mengejutkan dengan menangguhkan hukuman otomatis satu pertandingan milik penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Pemuda berusia 25 tahun itu mendapat kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar dan seharusnya absen lawan Belgia.
Keputusan FIFA itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau ulang kartu merah Balogun. Meski FIFA tidak mencabut kartu merah tersebut, badan sepak bola dunia itu menunda pelaksanaan hukumannya selama 12 bulan sehingga Balogun tetap bisa tampil di babak 16 besar.
Langkah tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk UEFA, Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA), hingga pelatih Inggris Thomas Tuchel. Mereka menilai FIFA telah menciptakan preseden yang dapat mengganggu konsistensi penerapan aturan di tengah berlangsungnya turnamen.
Secara regulasi, Piala Dunia tidak membuka mekanisme banding terhadap kartu merah. Tapi, FIFA menggunakan Pasal 27 dalam regulasi disiplin untuk menangguhkan pelaksanaan hukuman Balogun. Ketentuan itu belum pernah dipakai sebelumnya sepanjang sejarah Piala Dunia dan dinilai memberi kewenangan luas kepada FIFA untuk mengambil keputusan tanpa harus memenuhi syarat tambahan.
Kontroversi tersebut mulai memicu reaksi dari negara lain. Menurut laporan The Athletic, Asosiasi Sepak Bola Prancis juga sedang mengajukan keberatan atas kartu kuning yang diterima Michael Olise saat mengalahkan Paraguay.
Dalam kasus Balogun, otoritas sepak bola Amerika Serikat beralasan tidak ada unsur kesengajaan saat insiden terjadi. Tapi, dalam peraturan sepak bola modern, unsur niat sudah lama tidak menjadi pertimbangan utama. Wasit hanya menilai akibat dari pelanggaran yang dilakukan.
Insiden Quansah juga dinilai memiliki kemiripan karena terjadi tanpa unsur kesengajaan. Bedanya, bek Inggris itu melakukan tekel sambil meluncur sehingga mengenai lawan dengan posisi pul sepatu mengarah ke atas.
Potensi absennya Quansah semakin menambah persoalan di sektor bek kanan Inggris. Selama Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel sudah bergantian memainkan Reece James, Djed Spence, Ezri Konsa, John Stones, Quansah, hingga Declan Rice di posisi tersebut.
Reece James yang merupakan pilihan utama masih belum pulih dari cedera hamstring yang dideritanya pada laga fase grup melawan Ghana sehingga absen saat menghadapi Panama, RD Kongo, dan Meksiko. Sementara Quansah sempat mengalami cedera ketika melawan Panama, tetapi dinyatakan fit untuk tampil sebagai starter menghadapi Meksiko.
Inggris dijadwalkan menghadapi Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Miami, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB, dan keputusan terkait status Quansah diperkirakan akan menjadi perhatian besar jelang pertandingan tersebut.
Baca Juga
Hadapi Perempat Final Piala Dunia 2026, Rodri Minta Spanyol Fokus
